Header Ads

Ad Home

Paginya Komitmen Demokrasi Malamnya Aktivis Ditangkap, Sosiolog: Jokowi Dipermalukan Aparat

Paginya Komitmen Demokrasi Malamnya Aktivis Ditangkap, Sosiolog: Jokowi Dipermalukan Aparat
RepublikRI - Sosiolog Tamrin Tomagola menilai penangkapan sutradara Dandhy Laksono dan aktivis Ananda Badudu oleh penyidik Polda Metro Jaya membuat malu presiden Joko Widodo. Sebab itu, Jokowi tidak mau memberikan tanggapan saat ditanya wartawan mengenai peristiwa penangkapan kedua aktivis tersebut.

"Sejujurnya Presiden @jokowi itu telah dipermalukan aparat negara. Wong baru pagi harinya meminta rakyat tidak meragukan komitmennya kepada demokrasi,...eh malamnya ada penangkapan aktivis. Malu beliau. Jadi ya melengos pergi saat ditanya wartawan soal itu. Harap maklum,'" tulis Tamrin melalui akun twitternya @tamrintomagola, Jumat (27/9/2019).


Dalam pertemuannya bersama sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2019) kemarin, Presiden Joko Widodo meminta agar komitmennya terhadap demokrasi tidak diragukan. 

Belum cukup sehari Presiden Jokowi mengatakan hal itu, Dandhy dijemput oleh empat orang penyidik dari Polda Metro Jaya di kediamannya, Jalan Sangata, Jatiwaringin Asri, Pondokgede, Bekasi, Kamis (26/9/2019) sekitar pukul 23.00 Wib. Dandhy ditangkap karena cuitannya di twitter mengenai situasi dan kondisi di Papua. Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam, Dandhy pun diijinkan untuk pulang.

Sementara Ananda, dijemput oleh empat orang penyidik Polda Metro Jaya di kosnya di kawasan Tebet Raya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019) sekitar pukul 04.00 Wib. Ia ditangkap karena mentransfer dana kepada sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi. Sama dengan Dandhy, Ananda juga dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya. [ak]

Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI