Header Ads

Ad Home

Sebut 'Banci Serem', Pembicara Ini Dipolisikan Banser

Sebut 'Banci Serem', Pembicara Ini Dipolisikan Banser
RepublikRI - Gerakan Pemuda Ansor se-Solo Raya melaporkan salah satu pembicara di acara perayaan tahun baru Islam bertajuk  'Parade Ukhuwah' di Ngarsopuro, Solo, Minggu (1/9). Pembicara tersebut, M Taufik, dinilai provokatif dan orasinya mengandung ujaran kebencian.

M. Taufik dilaporkan ke Polda Jawa Tengah melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengurus Wilayah Ansor. "Kami sudah melaporkan perkara ini ke Polda Jawa Tengah melalui LBH PW Ansor," ucap Koordinator Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Solo Raya Marzuki saat jumpa pers di Kantor PCNU, Selasa (3/9).

Menurutnya, pidato M. Taufik dianggap menyinggung anggota Banser. Ujaran yangmenyinggung itu bukan hanya untuk Banser di Solo, melainkan juga di skala nasional. Untuk itu, Banser memutuskan untuk melaporkan perkara ini ke Polda Jawa Tengah. "Parade Ukhuwah harusnya disampaikan dengan baik dan mengedepankan persaudaraan, bukannya bermuatan provokatif," ucap Marzuki.

Dalam rekaman video acara 'Parade Ukhuwah' yang tersebar di media sosial, Taufik mengatakan ada kelompok yang sering membubarkan pengajian. Namun, lanjut Taufik, saat ada masalah disintegrasi bangsa seperti yang melanda Papua, kelompok ini justru diam. "Kalau seperti itu namanya banci serem. Kalau disingkat?" ucap Taufik. Massa kemudian berteriak menyahut, "Banser!"

Materi video tersebut diduga ujaran provokatif yang dilakukan Taufik. Taufik diketahui berprofesi sebagai pengacara dan diundang sebagai orator oleh Dewan Syariah Kota Surakarta, gabungan sejumlah ormas Islam di Solo, penyelenggara 'Parade Ukhuwah'. Acara ini digelar untuk memperingati tahun baru Islam 1441 Hijriah melalui ceramah dan jalan kaki massal.

Saat dikonfirmasi, M. Taufik menyatakan telah menyiapkan langkah hukum menghadapi persoalan ini. Menurutnya, dalam orasi itu, ia tidak pernah bermaksud untuk mengarah pada organisasi tertentu.Taufik menganggap laporan Ansor ke polisi tersebut lemah secara hukum. "Dalam orasi hari Minggu itu, saya tidak menyebut satu organisasi pun," ucapnya.

Taufik menyatakan telah berupaya bertemu dengan pihak Banser. "Awalnya saat saya mengajak ketemu, mereka bersedia di kantor PCNU. Tapi kalau seperti itu kan saya menilai tidak berimbang. Lalu pindah lokasi, namun justru mereka yang tidak hadir," ucap Taufik. Gerakan Pemuda Ansor se-Solo Raya melaporkan salah satu pembicara di acara perayaan tahun baru Islam bertajuk  'Parade Ukhuwah' di Ngarsopuro, Solo, Minggu (1/9). Pembicara tersebut, M Taufik, dinilai provokatif dan orasinya mengandung ujaran kebencian.

M. Taufik dilaporkan ke Polda Jawa Tengah melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengurus Wilayah Ansor. "Kami sudah melaporkan perkara ini ke Polda Jawa Tengah melalui LBH PW Ansor," ucap Koordinator Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Solo Raya Marzuki saat jumpa pers di Kantor PCNU, Selasa (3/9).

Menurutnya, pidato M. Taufik dianggap menyinggung anggota Banser. Ujaran yangmenyinggung itu bukan hanya untuk Banser di Solo, melainkan juga di skala nasional. Untuk itu, Banser memutuskan untuk melaporkan perkara ini ke Polda Jawa Tengah. "Parade Ukhuwah harusnya disampaikan dengan baik dan mengedepankan persaudaraan, bukannya bermuatan provokatif," ucap Marzuki.

Dalam rekaman video acara 'Parade Ukhuwah' yang tersebar di media sosial, Taufik mengatakan ada kelompok yang sering membubarkan pengajian. Namun, lanjut Taufik, saat ada masalah disintegrasi bangsa seperti yang melanda Papua, kelompok ini justru diam. "Kalau seperti itu namanya banci serem. Kalau disingkat?" ucap Taufik. Massa kemudian berteriak menyahut, "Banser!"

Materi video tersebut diduga ujaran provokatif yang dilakukan Taufik. Taufik diketahui berprofesi sebagai pengacara dan diundang sebagai orator oleh Dewan Syariah Kota Surakarta, gabungan sejumlah ormas Islam di Solo, penyelenggara 'Parade Ukhuwah'. Acara ini digelar untuk memperingati tahun baru Islam 1441 Hijriah melalui ceramah dan jalan kaki massal.

Saat dikonfirmasi, M. Taufik menyatakan telah menyiapkan langkah hukum menghadapi persoalan ini. Menurutnya, dalam orasi itu, ia tidak pernah bermaksud untuk mengarah pada organisasi tertentu.Taufik menganggap laporan Ansor ke polisi tersebut lemah secara hukum. "Dalam orasi hari Minggu itu, saya tidak menyebut satu organisasi pun," ucapnya.

Taufik menyatakan telah berupaya bertemu dengan pihak Banser. "Awalnya saat saya mengajak ketemu, mereka bersedia di kantor PCNU. Tapi kalau seperti itu kan saya menilai tidak berimbang. Lalu pindah lokasi, namun justru mereka yang tidak hadir," ucap Taufik.  [gt]

Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI