Header Ads

Ad Home

Demokrat soal 'Jangan Paksa Anak di 2024': Megawati Tegur Diri Sendiri

Demokrat soal 'Jangan Paksa Anak di 2024': Megawati Tegur Diri Sendiri
RepublikRI - Partai Demokrat (PD) merasa tak tersindir dengan pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputro soal jangan paksakan anak maju di Pilpres 2024. Demokrat mengaku telah memiliki rencana internal yang tak bisa diintervensi partai mana pun.

"Saya pikir pernyataan Bu Mega tidak ditujukan ke luar PDIP, tapi untuk internal PDIP. Saya tidak melihat dan kami tidak merasa tersendiri sedikit pun karena kami punya rencana dan rancangan politik ke depan tidak bisa dicampuri oleh partai mana pun," kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean kepada wartawan, Kamis (20/2/2020).

Ferdinand menilai justru Megawati sedang menegur dirinya sendiri. Dia menyinggung isu putri Megawati, Puan Maharani, yang disebut akan maju Pilpres 2024 bersama dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

"Jadi kalau Bu Mega menyatakan seperti itu, mungkin Bu Mega sedang menegur dirinya sendiri. Karena semua tahu kan posisi Mbak Puan katanya mau maju 2024 bersama Pak Prabowo atau dengan siapalah, kita tidak ada urusan itu," ujar Ferdinand.

Ferdinand mengatakan Mega sedang menegur dirinya sendiri agar tak memaksakan diri. Dia memastikan Demokrat tak merasa terganggu dengan pernyataan Mega.

"Sehingga yang disampaikan oleh Bu Mega itu kami pikir beliau sedang menegur dirinya sendiri supaya jangan memaksa-maksa siapapun nanti. Tapi, kami juga tidak tahu, yang pasti Partai Demokrat tidak merasa tersendiri, tidak merasa terganggu oleh pernyataan Bu Mega tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Megawati Soekarnoputri berbicara soal peta perpolitikan Indonesia pada 2024. Megawati mengatakan, pada tahun itu, politik di Indonesia akan diisi anak-anak muda.

Kendati demikian, Megawati meminta kadernya tak memaksakan anak dan keluarganya masuk ke dunia politik. Apalagi, kata dia, jika anak maupun keluarganya tak memiliki kemampuan untuk maju pada 2024.

"Tapi berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu enggak bisa, jangan dipaksa-paksa. Jengkel loh saya. Lah iya loh, ngapain sih kayak enggak ada orang. Kader itu ya anak kalian juga loh. Gimana yo. Kalau enggak anake, kalau ndak istrine, kalau enggak ponakane," ujarnya.(dtk)

Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI