Header Ads

Ad Home

Alasan Tito Dinilai Mengada-ada, DKI Tak Mendapat Penghargaan Lomba New Normal Karena CFD

Alasan Tito Dinilai Mengada-ada, DKI Tak Mendapat Penghargaan Lomba New Normal Karena CFD
RepublikRI - Pemerintah telah mengumumkan 84 pemerintah daerah (pemda) pemenang lomba video simulasi tatanan normal baru alias new normal yang berhak mendapat total hadiah Rp168 miliar.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut pemenang pertama diganjar Rp3 miliar, pemenang kedua Rp2 miliar, dan pemenang ketiga Rp1 miliar. Setiap pemda diperbolehkan mengirim video untuk tujuh kategori yang ada.

"Sehingga total pemenang berjumlah 84, terdiri atas juara I, II dan III untuk 7 sektor kehidupan dan 4 klaster pemda dengan total hadiah DID Rp168 miliar," ucap Tito saat membuka Penganugerahan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Tito menyebut ada 2.517 video yang diikutsertakan sejak lomba dimulai Jumat (29/5/2020). Video dinilai oleh tim gabungan dari Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkes, Kemenpan-RB, Kemenparekraf, Kemendag, Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Dalam jajaran pemenang, sama sekali tak terlihat Provinsi DKI Jakarta. Padahal sejumlah daerah zona merah corona, seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, masuk jajaran pemenang.

Tito menyebut alasan tak ada DKI di daftar pemenang karena ada kondisi-kondisi new normal DKI yang harus dikaji ulang. Dia tak merinci, tapi sempat menyinggung pelaksanaan car free day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia pada Minggu (21/6).

"Mengenai masalah DKI, saya kira DKI sudah banyak aktif untuk menyampaikan sosialisasi tentang new normal, tapi ya kita melihat perlu diwaspadai nanti masyarakat dengan adanya new normal dianggap semua sudah selesai," ujarnya, seperti dilansir CNNIndonesia.

Dinilai Mengada-ada

Alasan Mendagri Tito yang menyebut CFD sebagai salah satu faktor DKI Jakarta tak meraih satupun penghargaan, dinilai mengada-ada.

Hal ini disampaikan oleh aktivis lingkungan kota pendiri Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja.

Elisa menguraikan kenapa alasan Tito itu mengada-ada. Karena CFD yang dipermasalahkan itu dilaksanakan pada hari Minggu kemarin, 21 Juni 2020. Sedangkan video lomba sudah diserahkan sejak 29 Mei 2020 sampai 8 Juni 2020. Sementara pengumuman pemenang disampaikan Tito pada hari Senin kemarin, 22 Juni 2020.

"Ini kalau dibikin timeline lucu banget dan alasan soal CFD ketahuan ngada2 wkk.


Pengumuman lomba: 29-05

Kirim video plg lambat: 8-06
CFD DKI: 21-06
Pengumuman: 22-06


Penjuriannya tengah malam 21 Juni gitu? Jangan sering2 ngelawak, nanti Panji dkk kehilangan penonton," kata Elisa di akun twitternya @elisa_jkt, Selasa (23/6/2020).


Elisa menambahkan:

"Malah menurut Gugus Tugas, rencana penjuriannya tanggal 9-12 Juni.


Ini yg dinilai konten video atau apanya sih ... wkkkk ...."




Baca Juga

Diberdayakan oleh Blogger.