Header Ads

Ad Home

Kalau Sudah Tidak Diperlukan Lagi, Jokowi pun Akan Jadi Korban Buzzer

Kalau Sudah Tidak Diperlukan Lagi, Jokowi pun Akan Jadi Korban Buzzer
RepublikRI - BUZZER ini bekerja buat Tuhannya: Uang.
Yang membayari dia adalah Nabinya.

Saya jadi curiga.

Karena saya yang punya rekam jejak pernah jadi berudu (baca: cebong) pun dihabisi dan dihujani fitnah secara keji.

Sekarang ini, korban Buzzer sepertinya bertambah-tambah.

Setelah Adian Napitupulu mulai dihajar Buzzer.
Berikutnya Dokter Tompi pun juga mulai disasar.

Padahal jejak digital kami-kami ini pernah mendukung satu pihak hm hm itu lho. Dan kedua nama di atas pasti punya andil sangat besar dalam meraup angka pemilih, karena mereka seleb dan punya followers jutaan.

Mendadak sontak, saya terpikir, jangan-jangan  gerombolan Buzzer ini didanai pihak-pihak lain yang punya "kekuasaan" (baca: uang) dan "kepentingan" yang jauh lebih besar.

Mereka yang mampu membuat Persiden dan Mantri2 jadi boneka di atas panggung.

Jangan-jangan, ada nanti giliran sang Tuan juga jadi korban Buzzer.

Kalau peran dia sudah tidak penting, efek pesona "wajah ndeso dan merakyatnya" sudah lenyap, ada pengganti yang jauh memiliki daya pikat, akan tiba saatnya, gerombolan Buzzer yang kelakuannya lebih hina dari Hyena, menyerang dan memangsa tuannya sendiri.

Itu semua tergantung siapa yang pegang remote kendali. Buzzer-buzzer itu kan cuma semacam drone saja, menyerbu kemana tergantung yang memesan.

Sudah Tuhannya Uang. Nabinya bandit.
Heran saja, ada manusia hidup dengan cara begitu hina.

Mengerikan!

dr. Tifauzia Tyassuma
(Mantan Berudu)

Baca Juga

Diberdayakan oleh Blogger.