Header Ads

Ad Home

Pengamat: Jangan-jangan Andre Dan Adian Pura-pura Ribut, Di Belakang Punya Misi Sama

Pengamat: Jangan-jangan Andre Dan Adian Pura-pura Ribut, Di Belakang Punya Misi Sama
RepublikRI - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade tengah silang pendapat dengan Adian Napitupulu. Sebabnya terkait kritik Adian terhadap BUMN dibawah kepemimpinan Erick Thohir.

Andre menyebut, ada rumor bahwa kritik yang dilontaskan oleh Adian karena usulan “jatah” komisaris kelompoknya belum juga diakomodir oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Adian meminta Andre membuktikan tuduhannya itu.

Analis politik dan kebijakan publik Miftahul Adib justru curiga, keduanya tengah bermain peran dalam panggung depan yang seolah ribut namun dibelakang memiliki misi yang sama dengan memainkan isu “jatah komisaris” di BUMN.

“Jangan-jangan mereka sedang bermain dramaturgi politik. Di panggung depan, mereka berpura-pura perang, namun di belakangnya ada kepentingan politik yang sama diantara mereka berdua,” kata Adib kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/6).

Sehingga segala manuver keduanya yang seolah saling serang hanya cover di panggung depan, sementara di panggung belakang mereka menikmati opini yang dibangun.

Kendati dugaan, Adib menyarankan keduanya agar memberikan informasi secara lengkap kepada publik, mengingat baik Adian yang mantan anggota DPR dan Andre yang saat ini masih menjadi anggota DPR tidak melupakan fungsinya sebagai wakil rakyat yang melakukan pengawasan.

“Misalnya bagi Andre, jika memang ada buktinya Adian (mengusulkan nama-nama calon komisaris) ya dibuka saja kepada publik, jadi publik tercerahkan bukan hanya mereka berperang melalui opini,” tandas Adib.

Sebelumnya, Adian membantah bahwa kritik yang disampaikannya kepada Erick Thohir bukan karena Erick Thohir menolak sejumlah nama yang diusulkan pihak Adian Napitupulu untuk duduk di kursi komisaris sejumlah BUMN.

Untuk itu, Adian Napitupulu meminta politisi Partai Gerindra yang juga anggota DPR RI Andre Rosiade membuktikan tuduhan itu.

Menurut Adian, seharusnya Andre mengkritisi data-data yang disampaikannya mengenai situasi BUMN dalam sebuah tulisan panjang beberapa hari lalu.(rmol)
Baca Juga

Diberdayakan oleh Blogger.