Header Ads

Ad Home

Ustad Tengku Zulkarnain Yakin Gak Akan Ada yang Kudeta Jokowi, Adanya Cuma Hal Ini, Sama Bahayanya

Ustad Tengku Zulkarnain Yakin Gak Akan Ada yang Kudeta Jokowi, Adanya Cuma Hal Ini, Sama Bahayanya
RepublikRI - Ustad Tengku Zulkarnain meyakin tak akan bakal ada yang mengkudeta Presiden Jokowi.

Pernyataan itu menanggapi ramainya pemberitaan isu kudeta terhadap pemerintahan yang sah.

Hal itu mengacu pada penyataan Boni Hargens yang menyebut ada empat faksi yang akan melakukan kudeta pemerintahan.

Sosok yang dikenal bersebarangan dengan pemerintahan Jokowi ini malah meyakini bahwa isu kudeta hanya pepesan kosong.

Demikian disampaikan Tengku Zulkanaen melalui akun Twitter pribadinya @ustadtengkuzul, Minggu (7/6/2020).

“Ada yang menuduh bahwa 4 kelompok yang mau “mengkudeta” pak @jokowi,” cuitnya.

Menurutnya, tuduhan itu tak cukup masuk di akal.

“Satu tuduhan karena kepanikan psikologis saja,” katanya.

Dai asal Riau ini menegaskan bahwa tidak akan ada rakyat yang akan melakukan kudeta.

Bahkan, hal itu tercermin dalam perjalanan bangsa Indonesia yang belum pernah terjadi kudeta.

“Tidak akan rakyat mengkudeta. Dan belum pernah terjadi sejak NKRI merdeka,” tegasnya.

Akan tetapi, yang ada hanyalah rakyat yang tak lagi percaya dan tak akan lagi mendukung pemerintah.

“Paling yang ada rakyat tidak percaya pemerintahan. Lalu tidak lagi mendukung Pemerintahan. Itu aja.

Sebelumnya, Boni Hargens mengungkap ada empat faksi yang hendak melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang sah.

Mereka akan menggunakan sejumlah isu sebagai materi propaganda politik untuk memprovokasi rakyat.

Di antaranya, isu komunisme dan rasisme Papua dengan mengaitkan isu rasisme yang menimpa warga kulit hitam Amerika Serikat, George Floyd.

Mereka juga memanfaatkan potensi krisis ekonomi sebagai dampak inevitable (tidak terhindarkan) pandemi Covid-19.

Bahkan, Boni menyebut ada bandar yang membiayai empat faksi tersebut.

Isu kudeta lain juga disampaikan Haris Rusly Moti yang mengaku mendapat informasi adanya faksi di dalam pemerintahan yang ingin mengambil alih kekuasaan.

Malah, Haris menyebut bahwa skenario yang akan digunakan adalah seperti 2001 silam saat Megawati Soekarnoputri menggeser Gus Dur.

Baca Juga

Diberdayakan oleh Blogger.