Header Ads

Ad Home

Hati-hati Kalau Dipuji Jokowi, Bisa Terjadi Sebaliknya...

Hati-hati Kalau Dipuji Jokowi, Bisa Terjadi Sebaliknya...
RepublikRI - MASIH PERCAYA JOKOWI?

Tekan Corona Tanpa PSBB, Jokowi Jadikan Bali Percontohan

Presiden Joko Widodo secara khusus mengapresiasi sekaligus melayangkan pujian terhadap keberhasilan penanganan Corona COVID-19 di Provinsi Bali.

Menurut presiden, meskipun Bali tidak melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun Pulau Dewata nyatanya menunjukkan kemampuan yang memadai untuk menekan laju penyebaran virus yang bermula di Wuhan, China itu.

"Saya kira kerja-kerja efektif yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali dalam penanganan COVID-19 bisa dijadikan contoh. Karena memang jika dilihat, Bali ini paling banyak turis dari Tiongkok, harusnya yang paling banyak terkena dampak itu Bali," kata Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui video conference, Selasa (12/5/2020).

https://www.liputan6.com/regional/read/4252386/tekan-corona-tanpa-psbb-jokowi-jadikan-bali-percontohan

LALU...

Jumat, 3 Juli 2020
Gubernur Bali: Semua Desa-Kelurahan di Denpasar Kena Corona, Parah dan Berbahaya

Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan secara singkat tren penularan virus corona di 8 kabupaten dan 1 kota di Pulau Dewata, Jumat (3/7/2020).

Dalam paparannya, Koster menyoroti kasus transmisi lokal virus corona di Kota Denpasar yang menyasar orang tanpa gejala (OTG). Menurutnya, kondisi ini cukup parah dan berbahaya karena semua wilayah terkena, sehingga Kota Denpasar menjadi zona merah COVID-19.

"Kalau dari Denpasar itu sudah semua desa dan kelurahannya kena, parah. Jadi kalau kasus paling tinggi di Bali ini, itu di Denpasar sudah dalam posisi yang menurut saya sudah berbahaya," kata Koster dalam sambutannya saat memberikan bantuan COVID-19 kepada sejumlah pengusaha UMKM di Kantor Gubernur Bali, Jumat (3/7/2020).

https://kumparan.com/kumparannews/gubernur-bali-semua-desa-kelurahan-di-denpasar-kena-corona-parah-dan-berbahaya-1tjSxpXFhYw



Baca Juga

Diberdayakan oleh Blogger.