Header Ads

Ad Home

Tanggapi Polemik UU Cipta Kerja, Moeldoko: Presiden Malu Melihat Kondisi Ini

Tanggapi Polemik UU Cipta Kerja, Moeldoko: Presiden Malu Melihat Kondisi Ini

RepublikRI - Pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-undang (UU) hingga kini masih menjadi polemik.

Naskah resmi UU Ciptaker sendiri sudah diserahkan ke Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada 14 Oktober lalu.

Pro kontra buntut disahkannya UU Cipta Kerja oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum menemukan titik terang.

UU Ciptaker dinilai akan memberatkan dan tak berpihak para kaum buruh atau pekerja.

Sebagaimana diberitakan Pikiranrakyat-Bekasi.com dalam artikel "Pro dan Kontra Omnibus Law, Moeldoko: Presiden Malu Lihat Kondisi Ini, Presiden Ingin Indonesia Maju", Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memberikan tanggapannya.

Menurut Moeldoko, UU Ciptaker merupakan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mewujudkan Indonesia Maju.

Ia menekankan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja diarahkan untuk menghadapi kompetisi global.

"Kebijakan ini (UU Cipta Kerja) diarahkan untuk menghadapi kompetisi global," ujar Moeldoko dalam siaran pers di Jakarta, seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari Antara.

Moeldoko menambahkan, UU Cipta Kerja menjadi salah satu instrumen untuk menjawab tantangan itu, termasuk juga regulasi di bidang perizinan, dan mempercepat transformasi ekonomi.

Dia mengatakan masyarakat sering mengeluhkan pelayanan birokrasi yang lamban, berbelit, menyebalkan, serta banyaknya regulasi yang tumpang-tindih. Hal ini turut membuat tidak adanya kepastian bagi siapa pun, termasuk investor.

"Peringkat kompetitif Indonesia ada di bawah Malaysia dan Thailand," ujar Moeldoko.

Moeldoko menuturkan bahwa Presiden malu melihat kondisi ini.

Selain itu, disebutkan pula Presiden menginginkan Indonesia bisa maju dalam kompetisi global.

"Saya melihat Presiden malu melihat kondisi ini. Presiden ingin Indonesia maju," ujarnya.

Dia menyampaikan perkembangan politik yang begitu dinamis di dalam negeri merupakan sebuah tantangan.

Namun, Moeldoko mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak hanya menghadapi tantangan nasional, tetapi juga global.

Menurutnya, Presiden Jokowi menyebut perlunya kelincahan dalam menghadapi tantangan turbulensi global yang dihadapi Indonesia saat ini.

"Ada fenomena global perubahan cepat, penuh risiko, dan kompleksitas yang luar biasa. Bahkan kadang-kadang mengejutkan," ujar Kepala Staf Kepresidenan itu.

Di sisi lain dia menyampaikan saat ini juga tengah terjadi pandemi virus corona baru (Covid-19) yang tidak diperkirakan.

Kemunculan pandemi memporak-porandakan sasaran yang sudah tersusun dan disiapkan, sehingga membutuhkan pemikiran dan terobosan baru.

"UU Cipta Kerja ini merupakan penyederhanaan regulasi yang dibutuhkan, sehingga mau tidak mau birokrasi juga harus mengalami reformasi. Tapi saat pemerintah mengambil langkah, yang terjadi di masyarakat justru menolak. Ini paradoks. Kondisi ini harus kita luruskan." katanya.***



Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI