Header Ads

Ad Home

Teka-teki Unggahan Presiden ILC, Karni Ilyas: di Utara Sekarang Kami Dilarang Berkicau

Teka-teki Unggahan Presiden ILC, Karni Ilyas: di Utara Sekarang Kami Dilarang Berkicau

RepublikRI - Presiden Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas baru-baru kembali menyedot perhatian publik.

Diketahui jurnalis senior ini sempat menggegerkan publik usai membatalkan acara ILC yang seharusnya tayang pada Selasa malam, 13 Oktober 2020.

Selain itu, Karni Ilyas juga sempat menyambangi rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD 15 Oktober lalu.

Publik juga dibuat heran dengan unggahan Karni Ilyas yang seolah ingin mengungkapkan sesuatu namun tak bisa.

"Tidak semua yang saya tahu bisa saya katakan. Tidak semua yang saya alami bisa saya ceritakan. (Karni Ilyas)," cuitnya di Twitter, Selasa, 13 Oktober 2020 lalu.

Sebagaimana diberitakan IsuBogor.com dalam artikel "ILC Batal, Sindir Pemerintah Karni Ilyas Kena Balasan: Buat Soal Lapindo Dong", Karni Ilyas kembali mengunggah kata-kata di akun Twitternya hingga menjadi sorotan publik.

"Ini cerita era Soviet dipimpin Khrushchev. Tiap musim dingin jutaan burung Soviet mengungsi ke selatan. Suatu waktu burung selatan bertanya, kenapa kalian pada ngungsi ke sini? Burung imigran menjawab, soalnya di utara sekarang kami dilarang berkicau. (Mati Ketawa Cara Rusia)," tulis Karni Ilyas di akun @karniilyas, Minggu 18 Oktober 2020.

Cuitan itu menuai beragam komentar warganet, salah satunya menyindir balik Karni soal lumpur panas akibat pengboran PT Lapindo Brantas pada 2006 yang belum beres mengganti rugi kepada korban di lokasi, yaitu di Sidoarjo.

Kabar soal Lapindo memang sedang kembali hangat dibicarakan tokoh hingga ke warganet.

"Buat soal lapindo dong sama jiwasraya??gimana!!..mana tahu Ada yg migrasi??," tulis akun @fitrianti92.

"Kata burung dari utara kalau berkicau itu harus baca dulu," tulis akun anonim @bitcoinhot1.

"Bila berkicaunya burung menyejukkan hati, merdu dan beraturan? tentunya wajib dilestarikan? kicauan kemarahan ketidakpuasan bila dilakukan dengan beraturati dan benar merdu? membuat perubahan tanpa korban kegaduhan?

A Balance Justice is the best inspiration for ammendment Raised hand," tulis akun anonim @menjiwai peran.***


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI