Header Ads

Ad Home

Terang-terangan, Sosok yang Fasilitasi Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja Buka Suara

Terang-terangan, Sosok yang Fasilitasi Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja Buka Suara

RepubikRI - Akhir-akhir ini, tudingan pada Partai Demokrat yang disebut sebagai sponsor aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja semakin kencang berembus.

Tak hanya itu, salah satu petinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak luput dari berbagai tuduhan miring.

SBY disebut menjadi 'dalang' yang mendorong massa untuk menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja hingga biayai keperluan pedemo untuk melangsungkan aksi unjuk rasa.

Kerap dipojokkan, pihak Partai Demokrat baru-baru ini juga telah menegaskan akan menindak secara hukum siapa pun yang berani memfitnah partainya.

Namun, di tengah ramainya tudingan yang mengarah pada SBY dan Partai Demokrat, justru seseorang mengakui secara terang-terangan bahwa dirinyalah yang menjadi sponsor aksi demo tolak UU Cipta Kerja.

Sebagaimana diberitakan PortalSurabaya.com dalam artikel "Bukan SBY, Inilah Sosok yang Membiayai Aksi Demo Tolak UU Ciptaker Para Mahasiswa", Mantan DPR RI periode 2009-2014 Marzuki Alie buka-bukaan mengenai siapa dalang di balik unjuk rasa yang sebenarnya.

Marzuki Alie mengaku dirinyalah yang mendanai para mahasiswa dalam aksi turun ke jalan sebagai bentuk upaya menolak pengesahan UU Cipta Kerja.

Diketahui, Marzuki Alie merupakan Rektor Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang, Sumatera Selatan. Ia mendukung penuh aksi mahasiswa yang melakukan demo menolak Omnimbus Law UU Cipta Kerja.

Selain dukungan, Marzuki Alie memberikan fasilitas terhadap mahasiswanya berupa menyiapkan uang makan untuk yang mengikuti demo.

"Mahasiswa ikut demo kita fasilitasi, datang ke kampus, kita kasih uang makan agar mereka tidak terpengaruh orang luar yang kasih nasi bungkus," ucap Marzuki dalam konferensi pers virtual pada Jumat 9 Oktober 2020.

Ia terbuka kepada mahasiswanya yang menentang kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah, terlebih kebijakan tersebut dinilai tidak pro kepada masyarakat.

"Di sinilah kita memberikan kesempatan untuk berbicara di publik dan berpikir sosial masalah negara, bukan hanya di kampus," katanya.

Sebelumnya, dengan tegas Marzuki Alie menolak pengesahan Omnimbus Law tersebut.

Ia menyoroti klaster pendidikan yang ada dalam Omnimbus Law UU Cipta Kerja. Ada pasal yang ia fokuskan untuk perizinan lembaga pendidikan harus berbadan izin usaha (PT).

"Artinya, pendidikan jadi komersiil. Padahal, pendidikan ini menjadi tanggung jawab negara," jelasnya.

"Kami juga sudah mengutus orang untuk ke DPR agar klaster pasal pendidikan ini dikeluarkan atau judicial review ke MK," imbuhnya.

Dulu, ketika ia menjabat sebagai Ketua DPR RI, setiap individu yang berunjuk rasa serta menyampaikan orasi tidak akan pernah ditolak olehnya.

"Saya selama menjabat sebagai Ketua DPR setiap orang demo saya panggil yang demo itu, saya dengarkan apa yang mereka mau," katanya.

Baca Juga: Rafathar Sebut Hanya Diurus Mbak Lala dan Rieta Amilia saat Lahir, Nagita Slavina Langsung Bereaksi

"Kenapa harus takut, itu adalah adik-adik kita, anak-anak kita, temui saja. Semua yang penting adalah komunikasi," tutupnya.***


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI