Header Ads

Ad Home

Terungkap, Ini yang Dibisikkan Azis Syamsuddin ke Puan Maharani Sebelum Mik Mati

Terungkap, Ini yang Dibisikkan Azis Syamsuddin ke Puan Maharani Sebelum Mik Mati

RepublikRI - Baru-baru ini media sosial dihebohkan oleh potongan video saat Ketua DPR RI, Puan Maharani diduga mematikan mikrofon di Rapat Paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja.

Sebagaimana diketahui bahwa saat itu Legislator dari Partai Demokrat, Irwan tengah menyampaikan interupsinya. 

Di tengah-tengah pembicaraannya, suara Irwan justru menghilang lantaran mikrofon yang digunakannya mati.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin pun angkat bicara.

Azis yang merupakan Pimpinan Sidang Paripurna dalam pengesahan RUU Cipta Kerja mengaku membisikkan sesuatu kepada Puan Maharani sesaat sebelum mikrofon mati.

Sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com pada artikel sindikasi Warta Ekonomi dari Okezone, Azis juga menjelaskan bahwa berdasarkan Tata Tertib (Tatib) DPR, setiap anggota hanya bisa berbicara maksimal 5 menit dan mikrofon akan mati otomatis setelah 5 menit.

Menurutnya, perintah mematikan mikrofon itu agar suaranya satu dengan lainnya tidak beradu.

"Mik di DPR itu secara tata tertib diatur setiap lima menit orang bicara mati. Ada di dalam tata tertib. Nah saya berbisik kepada Bu Ketua (Puan Maharani) supaya tidak doubling (suara ganda) suaranya tidak doubling karena kalau kita ibarat main Zoom Meeting antara laptop, satu laptop yang lain sama-sama suaranya dibuka kan? Voice-nya ganggu. Jadi saya enggak bisa dengar pembicaraan orang," kata Azis di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 6 Oktober 2020.

Karena itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menegaskan bahwa mikrofon di meja anggota akan mati secara otomatis jika sudah 5 menit. Dan itu diatur dalam Tatib DPR yang baru disahkan dalam Rapat Paripirna pada 2 April 2020 lalu.

Maka dari itu, setiap anggota wajib mengikuti Tatib yang sudah disahkan bersama.

"Kalau sudah disahkan, ya sudah dong ikuti sama-sama. Saya kan sebagai pimpinan mengatur lalu lintas, Sama gini lah tadi wartawan sebelah sini harus saya jawab, sebelah sini juga harus saya jawab," terangnya.

Azis pun mengakui bahwa dia yang sempat menyampaikan sesuatu kepada Puan Maharani saat anggota FPD Irwan melakukan interupsi, permintaan itu yakni, mengondisikan agar tidak terjadi suara ganda, sehingga tidak mengganggu jalannya Rapat Paripurna dan dia bisa mendengar jelas setiap suara yang ada.

"Permintaan saya (ke Puan) supaya enggak ganggu. Tadi saya contohkan saya nyalain Zoom Meeting suaranya keluar, Anda nyalain Zoom Meeting suaranya keluar, sound-nya double. Itu yang saya bilang, supaya saya bisa mendengar. Tapi secara timer, secara Tatib setiap 5 menit dia mati. Tanpa disuruh pun mati," kilahnya.

Karena itu, Azis membantah jika dirinya meminta Ketua DPR untuk mematikan mikrofon anggota FPD Irwan dalam rapat kemarin.

"Setiap 5 menit mik-nya mati. Kan tadi saya bilang supaya tidak doubling. Saya enggak tahu mikrofonnya bagaimana, saya minta supaya mikrofonnya tidak doubling," tegas Azis.***(Rosmayanti/Okezone via Warta Ekonomi)


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI