Header Ads

Ad Home

Ungkap Permintaan Masyarakat Soal Vaksin Covid-19, Saleh Daulay: Kalau Bisa Presiden Dulu

Ungkap Permintaan Masyarakat Soal Vaksin Covid-19, Saleh Daulay: Kalau Bisa Presiden Dulu

RepublikRI - Alih-alih menjadi harapan terbebas dari Covid-19, masyarakay justru cemas dengan penggunaan vaksin.

Hal itu disampaikan oleh Anggota DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay saat berkesempatan menjadi salah satu pembicara dalam acara Indonesia Lawyers Club.

Saleh Daulay menilai pemerintah terkesan terlalu terburu-buru mengambil langkah vaksinasi massal.

Bahkan Presiden Joko Widodo dalam sebuah rapat terbatas yang sedikitnya ditayangkan di laman YouTube memberikan banyak wanti-wanti atas langkah vaksinasi Covid-19.

"Tetapi faktanya tetap tergesa-gesa dan kelihatan ini seakan dipaksakan supaya kita segera (vaksin)," ujarnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Indonesia Lawyers Club yang tayang pada 28 Oktober 2020.

Soal kesiapan vaksinasi massal, Saleh Daulay mengungkapkan pemerintah merencanakan suntik vaksin pada 160 juta orang di Indonesia.

Namun pada kenyataannya tidak setiap orang ingin mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Saleh Daulay mengungkapkan jika sebelumnya ia baru saja berjumpa dengan masyarakat dan membahas soal suntik vaksin Covid1-19.

Lebih lanjut ia menuturkan sebanyak 250 orang ditemuinya dengan protokol kesehatan yang dijalankan sebaik mungkin.

Dalam kesempatan bertemu dengan banyak masyarakat, Saleh Daulay memepertanyakan soal suntik vaksin Covid-19.

"Saya tanya kepada mereka Andaikata vaksin di Indonesia ini sudah ada apakah bapak-bapak ibu-ibu sudah mau divaksin terlebih dahulu?," tanyanya.

Namun, tak ada satu orang pun yang mengacungkan tangan ingin mendapatkan vaksin Covid-19.

Lebih lanjut Saleh Daulay megatakan, jika nanti vaksin Covid-19 sudah tersedia namun masyarakat tak ingin mendapatkan suntikan itu, negara akan rugi.

Ia menuturkan jika sedari awal dirinya telah menyinggung soal bisnis dibalik Covid-19.

Saleh Daulay mewanti-wanti agar jangan ada bisnis dibalik vaksin dan Covid-19.

Belum lagi ia mengungkapkan jika ada rencana pemberan denda hingga Rp5 juta jika tak mau di vaksinasi.

Sehingga Saleh Daulay meminta dan menyarankan sosialisasi terhada masyarakat perlulah dilakukan, selain itu juga koordinasi antara pemerintah harus diperbaiki.

Kerena faktanya, belum ada anggaran yang dibuat oleh pihak Menteri Kesehatan untuk pembelian vaksin Covid-19.

Ia mengungkapkan jika mengetahui hal itu karena terlibat langsung, bahkan Saleh Daulay meminta agar anggaran yang dipakai nantinya untuk membeli vaksin diungkapkan di depan publik darimana uangnya.***


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI