Header Ads

Ad Home

Usai Kader PDIP Membelot, Kini Sejumlah Kader PKB Pindah Dukungan Mewarnai Pilkada Tasikmalaya 2020

Usai Kader PDIP Membelot, Kini Sejumlah Kader PKB Pindah Dukungan Mewarnai Pilkada Tasikmalaya 2020

RepublikRI - Kancah Pilkada Kabupaten Tasikmalaya terus diwarnai aksi pengalihan dukungan (membelot).

Setelah sebelumnya sejumlah kader PDIP membelot ke calon yang diusung partai lain, kini bagian sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tasikmalaya melakukan aksi yang sama.

Kader dan pengurus kecamatan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tasikmalaya, mendekralasikan mereka untuk tetap memilih mantan ketuanya Haris Sanjaya, yang saat ini berpasangan dengan Azis Rismaya didukung Partai Gerindra-Demokrat di Pilkada Tasikmalaya.

Padahal, selama ini secara administrarif berdasarkan surat keputusan (SK) rekomendasi DPP PKB di Pilkada Tasikmalaya, mereka seharusnya mendukung pasangan lain yakni Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos.

"Kami perwakilan kader dan pengurus dari 39 kecamatan serta pengurus DPC yang menyatakan untuk tetap mendukung mantan ketua DPC PKB Tasikmalaya, Haris Sanjaya walaupun pada pilkada nanti berpasangan dengan  Azis Rismaya Mahpud yang diusung Partai Demokrat dan Gerindra," ujar Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya, Momon Saman Kertajani, kepada wartawan, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Pasalnya ujar dia, Haris Sanjaya terbukti mampu menaikan suara PKB di legislatif 2019 sampai peringkat kedua jumlah kursi terbanyak DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Momon, pengurus dan mantan pengurus DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya dengan solid mendukung mantan ketuanya. 

Mereka pun terus bergerak kepada seluruh kader hampir di seluruh desa Kabupaten Tasikmalaya.

Mereka meyakinkan Haris Sanjaya, yang dua periode menjabat Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya akan mampu memenangkan perhelatan kepala daerah.

"Sekarang kan ada pergantian pengurus muda di DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya, yang sejatinya mereka adalah kader yang dididik oleh kami. Saya tidak ada pesan apa-apa, tapi pergerakan mereka justru lebih menyolidkan kader pengurus lama yang selama ini sangat menguasai medan dan jejaring kader PKB di akar rumput," tambah Momon.

Hal sama diungkapkan Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya, Asep Hernandi yang membenarkan seluruh pengurus kecamatan partainya di masa kepemimpinan Haris Sanjaya, tetap mendukung mantan ketuanya di Pilkada Tasikmalaya.

Pihaknya pun siap menerima apapun konsekuensi partai atas dukungan yang tidak sesuai dengan SK rekomendasi DPP PKB.

"Saya yakin, suara ke Haris Sanjaya, akan penuh dan sesuai dengan hasil saat dia sukses membawa PKB jadi ranking kedua suara terbanyak di Pileg DPRD Kabupaten Tasikmalaya 2019 lalu," kata Asep.

Sementara itu, Mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya sekaligus Calon Wakil Bupati Tasikmalaya nomor urut 1, Haris Sanjaya, mengaku suara partainya hasil Pileg 2019 sebanyak 138.000 suara.

Dirinya meyakini dengan kekuatan sama dan para kader yang sama akan mendapatkan suara 85 persen dari jumlah itu di Pilkada Tasikmalaya.

"Saya yakin, 85 persen suara di Pileg kemarin akan kita dapatkan untuk kemenangan pasangan Azis-Haris. Apalagi kekuatan PKB zaman saya masih utuh," ujarnya.

Haris pun mengaku selama ini tak terhalang oleh aturan administratif partainya dan tetap menjadi calon yang diusung oleh partai lain yakni Gerindra dan Demokrat.

Keputusannya tersebut justru mendapatkan dukungan dari para sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) untuk tetap maju meski tidak mendapatkan rekomendasi PKB.

"Secara administratif iya, tak ke saya rekomendasi PKB. Tapi, secara hubungan emosional, alhamdulillah ke saya tetap memberikan dukungan penuh," tambah dia.

Sebelumnya KPU Kabupaten Tasikmalaya telah menetapkan empat pasangan calon Pilkada Tasikmalaya yang telah resmi dengan nomor urut 1 pasangan Azis Rizmaya Mahfud-Haris Sanjaya (Demokrat dan Gerindra), nomor urut 2 Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin (PDIP dan PPP), nomor urut 3 Cep Zamzam Nur-Fadil Karsoma (Perseorangan) dan nomor urut 4 Iwan Saputra-Iip Miftahul Paos (Golkar, PKB, PAN, PKS dan Nasdem).***


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI