Header Ads

Ad Home

Anies Baswedan Bisa Diseret ke Meja Hijau Gegara Foto Baca Buku How Democracies Die?

Anies Baswedan Bisa Diseret ke Meja Hijau Gegara Foto Baca Buku How Democracies Die?

RepublikRI - Akhir-akhir ini media sosial dihebohkan oleh potret Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan duduk sambil membaca buku How Democracies Die karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt.

Di tengah pusaran isu Habib Rizieq Shihab, tindakan Gubernur Anies Baswedan menimbulkan tafsiran beragam dari politisi dan masyarakat.

Ada orang yang menduga tujuan Gubernur Anies Baswedan menggunggah foto tersebut, ada yang mencibirnya, ada pula yang ikut-ikutan berfoto sambil baca buku.

Unggahan Gubernur Anies Baswedan pada Minggu 22 November 2020 itu sebenarnya sederhana sebagaimana dikabarkan Galamedianews.com dalam artikel "Unggah Foto Baca Buku 'How Democracies Die', Anies Baswedan Bisa Diseret ke Jalur Hukum?".

Ia tampak sedang duduk bersandar di kursi, mengenakan kemeja putih dan sarung sambil membaca buku.

Di belakangnya, terlihat ada lemari kayu yang menumpuk beberapa buku berjilid-jilid dan sejumlah ornamen.

Ada pula meja kosong di sisi Gubenur Anies Baswedan. Selain itu, ada lemari panjang dengan beberapa foto lama dan kaligrafi berbingkai di atasnya.

"Selamat pagi semua. Selamat menikmati Minggu pagi," tulis Anies.

Namun, potret sederhana tersebut menimbulkan riuh di sejumlah media sosial, mulai dari Facebook hingga Twitter.

Bahkan, sempat muncul trending topic bertajuk 'How Democracies Die' di Twitter.

How Democracies Die adalah buku yang mengupas dinamika politik dalam negeri dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016, serta dinamika politik semasa pemerintah Presiden Donald Trump.

Dalam buku itu, pengarangnya mengingatkan ancaman kematian demokrasi dengan mengambil kasus di sejumlah negara.

Kematian demokrasi terjadi karena terpilihnya pemimpin otoriter, dengan ciri antara lain menoleransi dan menyerukan kekerasan, menolak aturan main demokrasi, bersedia membatasi kebebasan sipil dan media, serta menyangkal legitimasi lawan.

Terkait hal itu, pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya lantas mengeluarkan sindiran karena Anies disebut bikin 'kegaduhan' sehingga bisa diseret ke jalur hukum.

"Karena bikin gaduh alias onar, apakah @aniesbaswedan bisa dijerat dengan pasal 309 KUHP tentang Keonaran?" cuitnya dalam akun twitter @TofaTofa_id, Senin 23 November 2020.





Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI