Header Ads

Ad Home

Bantah Penjemputan HR5 Dimobilisasi, Babe: Kan Mahfud Bilang "Silakan Jemput, Polisi Jangan Represif"

Bantah Penjemputan HR5 Dimobilisasi, Babe: Kan Mahfud Bilang "Silakan Jemput, Polisi Jangan Represif"

RepublikRI - Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengungkap ada opsi kepulangan Habib Rizieq Syihab dilakukan secara diam-diam untuk menghindari kerumunan massa. Namun, opsi senyap itu akhirnya tak diambil karena merasa ada gangguan dari 'pihak ketiga' jika kepulangan Rizieq tak diumumkan secara terbuka.

Hal itu disampaikan juru bicara PA 212 Babe Haikal Hassan dalam acara d'Rooftalk yang tayang di detikcom, Rabu (18/11/2020). Haikal awalnya menjelaskan pihak Rizieq sudah menggelar rapat terkait kepulangan sejak Desember 2019.

"Akhirnya rapat kita itu memberikan opsi. Opsi kita itu, satu, pulang itu dengan tanpa pemberitahuan siapa pun, diam-diam, senyap, lalu tiba-tiba sampai di Petamburan. Itu adalah opsi yang disampaikan kepada Habib Rizieq," kata Haikal.

Haikal, yang juga Sekjen Habib Rizieq Center, mengungkap Habib Rizieq sudah 3 kali mengalami hambatan saat akan pulang ke Indonesia dengan opsi 'senyap' yang diambil sebelumnya. Namun, karena terus mendapat hambatan, akhirnya pihak Rizieq memilih opsi mengumumkan kepulangannya secara terbuka.

"Sebenarnya pada waktu Pak Tito Karnavian sebagai Kapolri pada waktu itu mengeluarkan SP3, itu semangat sekali untuk pulang, tapi kan hambatan-hambatan terus. Nah, yang terjadi ini juga diam-diam, ternyata hambatan terjadi lagi. Mulai dari soal visa, soal cekal, kok begini terus. Akhirnya kita mengusulkan 3 opsi, yang kedua dengan pemberitahuan," ungkapnya.

"Kesimpulan yang diambil oleh kita, ini harus diumumkan, agar semua jelas dan tidak ada lagi hambatan-hambatan. Ini soal strategi saja. Beliau itu pengin pulang, gitu aja. Kita nggak tahu, kita nggak menuduh pemerintah Indonesia, kita nggak tuduh, tapi terus-terusan ada (hambatan)," ujar Haikal.

Meski sudah mengumumkan kepulangannya secara terbuka, Haikal mengungkap Rizieq masih mengalami hambatan karena ada pihak yang membatalkan pemesanan tiketnya di Saudi Airlines. Pria yang akrab disapa Babe itu menyebut keputusan mengumumkan kepulangan Rizieq diambil agar 'pihak ketiga' itu tidak lagi menebar gangguan.

"Bayangkan ya, satu minggu sebelum kepulangannya, sebelum Habib Rizieq mengumumkan tanggal 10 November akan pulang, tiketnya beliau itu ada yang berusaha membatalkan, di-e-mail ke Saudi Airlines, dan Habib Rizieq dengan istri dan anak-anaknya dinyatakan membatalkan diri. Untungnya pihak Saudi Airlines itu menghubungi kembali, udah, selesai. Jadi keputusan yang diambil untuk mengumumkan ini membuat pihak-pihak ketiga, yaitu oknum yang tidak menginginkan Habib Rizieq pulang akhirnya menjadi tidak berdaya," tuturnya.

Karena kabar kepulangan Rizieq akhirnya diumumkan, massa yang menjemput Rizieq akhirnya membludak di Bandara Soekarno-Hatta dan Petamburan. Namun demikian, Haikal menegaskan pihaknya tidak melakukan mobilisasi massa yang menjemput Rizieq.

"Lalu kemudian soal mobilisasi, saya bersumpah ya, tidak ada sedikitpun mobilisasi. Bahkan banyak rekan-rekan di daerah ingin datang, kami berkata 'nggak usah'. Tapi siapa yang bisa sanggup untuk menghalangi ini," kata Haikal.

Haikal pun menyinggung pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md yang mempersilakan penjemputan Rizieq. Pernyataan Mahfud itu, kata Haikal, disalahartikan oleh simpatisan Rizieq yang akhirnya memenuhi Terminal 3 Bandara Soetta.

"Terlebih lagi ada statement dari Pak Mahfud Md, pada waktu itu, Menko Polhukam. Bahkan saya me-WhatsApp dia langsung, saya mengatakan terima kasih kepada Pak Mahfud atas pengertiannya. Sekadar ucapan terima kasih," ungkap Haikal.

"Apa Pak Mahfud katakan? Viral di sosial media, 'silakan jemput, dan pak polisi jangan terlalu agresif, represif'. Kalimat itu diterjemahkan lain di bawah, 'mari kita jemput ramai-ramai'. Itu saja penjelasan kami soal kejadian di Bandara," lanjut dia.

Sementara itu, terkait kerumunan di Petamburan, Haikal mengungkap pihaknya sudah menyiapkan pengaturan tamu agar tak melebihi batas yang diperbolehkan. Namun, menurutnya, para tamu yang datang untuk bertemu dengan Rizieq di kediamannya juga membludak hingga di luar kendali.

"Kalau soal kejadian di Petamburan, itu saya bisa menunjukkan undangannya, itu orang-orang ditentukan. Nomor 1-100 datang jam 10, nomor 100-199 datangnya jam 11, itu ditentukan, sehingga kapasitasnya hanya 25-50 persen. Tapi masyarakat itu yang diundang 1 yang datang 10, diundang 10 semua datang. Udah waktunya, nggak mau pulang karena belum foto, belum salam. Ya begitulah kejadiannya," jelas Haikal.[]


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI