Header Ads

Ad Home

Mahfud MD Buat Ramai Twitter! Unggah Cuitan yang Bahas Kehancuran Negara Karena Pemerintahannya

Mahfud MD Buat Ramai Twitter! Unggah Cuitan yang Bahas Kehancuran Negara Karena Pemerintahannya

RepublikRI - Sosok Mahfud MD selaku mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) banyak dikenal masyarakat sebagai tokoh politikus yang tegas dan karismatik.

Pria kelahiran Sampang yang kini berposisi menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) itu juga cukup aktif di media sosial, salah satunya adalah Medsos Twitter.

Keaktifannya dalam memberikan postingan ditambah dengan sosoknya yang memang terkenal menjadikannya memiliki banyak pengikut di Twitter.

Cuitan-cuitannya di medsos tersebut juga selalu menyorot perhatian dan menjadi topik perbincangan.

Contohnya adalah ketika awal bulan lalu, Mahfud MD membuat cuitan di akunnya yang menimbulkan berbagai reaksi di kalangan Netizen.

Dalam Cuitan yang diunggah hari Minggu, 1 November 2020 itu, Mahfud berbicara perihal kehancuran bangsa dan penegakan keadilan di mata hukum.

Uniknya adalah beliau menggunakan hadits Rasulullah SAW yang membicarakan penyebab hancurnya suatu bangsa atau negara. 

Dalam Cuitannya, beliau mengisahkan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW pernah memberikan pesan kepada keluarga Bani Mahzum.

Mahfud MD Buat Ramai Twitter! Unggah Cuitan yang Bahas Kehancuran Negara Karena Pemerintahannya

"Ketika diminta tidak menghukum orang yang bersalah, Nabi Muhammad SAW mengatakan kepada keluarga Bani Mahzum, 'Ketahuilah, hancurnya bangsa dan negara terdahulu disebabkan 'jika ada orang besar bersalah dibiarkan tapi kalau ada orang kecil bersalah langsung dihukumkan hadd' kepadanya'," Cuit Mahfud sebagaimana dikutip oleh Tim Jurnal Presisi.

Tak ayal, cuitannya tersebut langsung mendapatkan berbagai respon dari warganet.

Salah warganet dengan akun @ANnuarputra bahkan mengutip kembali hadits tersebut.

"Jika ada orang besar bersalah dibiarkan tapi kalau ada orang kecil bersalah langsung dihukumkan hadd' kepadanya," seloroh akun @ANnuarputra.

Tidak hanya itu, ada juga netizen dengan nama akun @Idrus_kaidu yang menyinggung perihal ketidakadilan hukum yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.

"Dan itu sekarang yang sering terjadi di Indonesia Prof. Ayo Prof tunjukkan dengan tindakan, bukan hanya dengan kata-kata karena Anda memiliki kekuatan untuk bertindak," tegas @Idrus_kaidu.

Mahfud MD dengan sigap memberikan respon terhadap komentar kedua netizen tersebut dengan jawaban cerdas dan mengutip hadits lainnya.

Mahfud MD Buat Ramai Twitter! Unggah Cuitan yang Bahas Kehancuran Negara Karena Pemerintahannya

"Ini lagi, "Tabqaa al dawlah al adilah wa in kaanat kaafiratan wa tafnaa al dawlah al dzolimah wa in kaanat muslimatan": Akan terus kuat negara yang diselenggarakan dengan adil meski negara itu kafir, akan runtuh negara yang dipimpin dengan zalim meski negara itu Islam". Kuncinya: "keadilan"," Ucap Mahfud menanggapi akun @ANnuarputra

Merespon komentar dari @Idrus_kaidu, Mahfud menuturkan bahwa pemerintah apapun akan hancur jika melakukan ketidakadilan.

"Pokoknya, siapapun pemerintahnya akan runtuh jika sengaja berlaku tidak adil. Itu adalah 'ibrah', pelajaran sejarah. Kalau tidak runtuh, berarti sudah berusaha adil, atau nunggu waktu. Sejak zaman dulu di Indonesia pun begitu, kan?" tegasnya.

Mahfud MD juga memberikan penegasan berupa kisah lama bangsa-bangsa dan peradaban besar terdahulu yang hancur dan runtuh karena tidk berlaku adil.

Beliau menyebutkan peradaban Persia, Mesir, dan Roma. Semuanya hancur akibat berlaku tidak adil.

"Zaman Nabi dulu ada contoh-contoh negara besar pada masa lalu yang runtuh karena kesewenang-wenangan dan ketidakadilan yakni, Mesir, Persia, Romawi. Allahumma shalli alaa sayyidina Muhammad. Selamat memperingati Maulid Nabi," tulisnya.

Baca Juga : Meski Bersorban, Tetap Saja Kriminal Jika Manas-Manasi Pemerintah, Ini Penjelasan Habib Ali Al-Jufri

Hingga kini, cuitan Mahfud tersebut telah dibagikan sebanyak 647 kali dan telah disukai oleh sebanyak 4.300 warganet pengguna Twitter. 

***


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI