Header Ads

Ad Home

Sentil Jusuf Kalla, Ferdinand Menegaskan TNI Polri Bergerak Karena Kelompok Tak Akui Pemerintah

Sentil Jusuf Kalla, Ferdinand Menegaskan TNI Polri Bergerak Karena Kelompok Tak Akui Pemerintah

RepublikRI - Ferdinand Hutahaean belum lama ini kembali membagikan cuitan di laman twitternya, dengan mengomentari mantan Wakil Presiden (Wapres) Indonesia Jusuf Kalla.

Dalam hal ini dia menegaskan bahwa keramaian gerakan TNI Polri yang saat ini sedang berlangsung, bukan karena kekosongan kepemimpinan.

Dikutip dari akun twitter resmi Ferdinand, @FerdinandHaean3 pada Sabttu (21/11/2020) dia mengungkapakan bahwa.

Sentil Jusuf Kalla, Ferdinand Menegaskan TNI Polri Bergerak Karena Kelompok Tak Akui Pemerintah

“Yth @Pak_JK, ini bkn krn kekosongan kepemimpinan. Justru TNI POLRI itu bergerak karena ada yg kepimpinan,” cuitnya di twitter.

Ferdinan dengan menyolek langsung akun twitter Jusuf Kalla menegaskan, gerakan TNI Polri saat ini bukan karena adanya kekosongan kepemimpinan.

Selanjutnya, mantan politisi Partai Demokrat ini juga mengungkapkan bahwa teriakan suara-suara sumbang yang kita dengar saat ini bukanlah sebuah bentuk aspirasi, mereka adalah kelompok yang tidak mengakui pemerintah.

“Dan suara2 sumbang itu bkn aspirasi, tp mrk sekelompok kecil masyarakat yg tak mengakui pemerintah dan merasa berhak atas negeri ini dgn menjual Agama, mrk hrs ditindak..!” imbuhnya.

Kemudian, mereka juga merasa berhak akan adanya Negeri ini dengan menjual agama, mereka itu harus ditindak.

Sebulumnya pada Webinar Kebangsaan dengan tema Partisipasi Masyarakat Sipil Dalam Mebangun Demokrasi Yang Sehat, yang diselenggarakan oleh PKS pada Jumat (20/11/2020), Jusuf Kalla meluncurkan pernyataan.

"kenapa masalah, HRS begitu hebat permasalahannya, sehingga polisi tentara turun tangan," tuturnya.

Jusuf Kalla dalam hal ini menilai bahwa, HRS mengalami begitu hebat permasalahan yang membuat polisi dan tentara turun tangan.

"sepertinya kita menghadapi sesuatu yang goncangnya yang ada, kenapa itu terjadi, itu menurut saya ada kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas," ucapnya.

Kemudian JK kembali menegaskan bahwa, ada sebuah kekosongan kepemimpinan yang dapat menyerap aspirasi masyarakat secara luas.

"adanya kekosongan itu begitu ada sosok yang karismatik atau yang berani memberikan alternatif maka orang mendukungnya," pungkasnya.

Dengan adanya kekosongan tersebut, begitu ada tokoh karismatik dan berani memberikan tawaran alternatif maka orang akan mendukungnya.


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI