Header Ads

Ad Home

Tanggapi Liputan Tim Najwa Shihab soal Pembakaran Halte saat Demo, Fadjroel: Temui Menkopolhukam!

Tanggapi Liputan Tim Najwa Shihab soal Pembakaran Halte saat Demo, Fadjroel: Temui Menkopolhukam!

RepublikRI - Pembakaran halte dalam demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja masih hangat di pikiran masyarakat Indonesia.

Selain karena demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja belum usai, baru-baru ini Najwa Shihab bersama timnya membongkar fakta baru soal kasus pembakaran halte.

Tim Najwa Shihab mencoba mengidentifikasi pelaku pembakaran halte dalam demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja lewat ratusan rekaman kamera pengawas alias CCTV dan video-video yang tersebar di media sosial.

Cuplikan hasil liputan investigatif itu ditampilkan dalan acara Mata Najwa yang digelar pada Rabu 28 Oktober 2020.

Video tersebut membuat geger banyak pihak termasuk sejumlah pejabat yang hadir dalam acara ini.

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman sontak memberikan saran yang cukup tegas kepada Najwa Shihab.

"Pertama, apabila memang ada bukti-bukti yang ditemukan oleh timnya Nana dari Mata Najwa, kemudian yang ditemukan oleh Asfina, Bayu, atau siapapun, bisa merujuk pada Menkopolhukam Mahfud MD," kata dia dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal YouTube Najwa Shihab.

Fadjroel menegaskan kalau Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD berkomitmen untuk menghukum para pelanggar.

Ia kemudian mencontohkan dengan apa yang dilakukan oleh Mahfud MD terhadap kasus penembakan tokoh agama di Papua.

Oleh karena itu, Fadjroel meminta semua pihak yang mendapatkan bukti serupa untuk melapor kepada pihak berwenang.

"Apabila dimungkinkan, tolong semua bukti-bukti itu disampaikan kepada kepolisian atau dimintakan pertemuan dengan pak Menkopolhukam," ujarnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan salah satu cara untuk menjaga Indonesia tetap berada pada garis demokrasi konstitusional.

"Kita semua menjaga demokrasi konstitusional. Semua ada jalurnya," tegas Fadjroel.

Ia pun yakin kalau penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian sesuai dengan kenyataan pelanggaran di lapangan, meskipun mahasiswa membantahnya.

"Jadi, tidak mungkin ada orang yang baik-baik saja, berdiri menyampaikan pendapat, lalu tiba-tiba di-(tangkap). Ini bukan zaman Orde Baru!" sambung dia.

Fadjroel pun mengatakan kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu berkomunikasi dengan baik lewat blusukannya.

Menanggapi pernyataan sang Jubir Presiden, Najwa Shihab membalas dengan jawaban singkat.

"Bang Fadjroel, untuk klarifikasi saja, tim Mata Najwa sudah menyampaikan temuan kami ke polisi," ucapnya.

"Dan polisi mengatakan masih diburu dan sulit untuk memburunya. Masih mengumpulkan bukti-bukti untuk memburu. Tapi yang jelas, semua bukti yang berhasil kami kumpulkan akan kami serahkan ke polisi," imbuhnya.

"Kita akan tunggu apakah memang ada tindak lanjut dari polisi. Jadi, bagian itu harus saya clear kan. Bukan hanya kami tayangkan ke TV, tapi kami juga minta klarifikasi ke polisi," pungkas Najwa.***


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI