Header Ads

Ad Home

Vatikan: Vaksin Covid-19 yang Dibuat dengan Jan1n Ab0rsi Etis untuk Digunakan

Vatikan: Vaksin Covid-19 yang Dibuat dengan Janin Aborsi Etis untuk Digunakan

RepublikRI - Jemaat Vatikan untuk Doktrin Iman (CDF) dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (21/12/2020) mengatakan bahwa adalah etis bagi umat Kristen Katolik untuk diimuniasasi dengan vaksin Covid-19 yang menggunakan garis sel (cell lines) dari janin yang diaborsi.

Dalam dokumen yang disetujui oleh Paus Fransiskus pada 17 Desember, jemaah doktrinal mengatakan bahwa semua vaksinasi yang diakui aman dan efektif secara klinis dapat digunakan, “dengan pengetahuan tertentu bahwa penggunaan vaksin semacam itu bukan merupakan kerja sama formal dengan aborsi.”

Vatican News mengatakan, Gereja Katolik menyetujui penggunaan vaksin yang diproduksi dengan cell lines yang berasal dari dua janin yang diaborsi pada 1960-an.

“Secara moral dapat diterima untuk mendapatkan vaksin Covid-19 yang telah menggunakan cell lines dari janin yang diaborsi dalam proses penelitian dan produksinya,” demikian disampaikan dalam pernyataan itu sebagaimana dilansir RT.

Disebutkan bahwa catatan tentang moralitas penggunaan beberapa vaksin anti-Covid-19 muncul saat vaksinasi dimulai di banyak negara, dan ditujukan untuk mengklarifikasi keraguan. Namun, catatat itu tidak dimaksudkan untuk menilai keamanan dan kemanjuran vaksin dan berfokus pada aspek moral.

Memperhatikan bahwa ada bahaya besar dalam bentuk “penyebaran agen patologis yang serius yang tidak dapat ditahan”, CDF menekankan bahwa vaksinasi bukanlah kewajiban moral dan harus sukarela.

Tetapi disampaikan juga bahwa "dengan tidak adanya cara lain untuk menghentikan atau bahkan mencegah epidemi, kepentingan bersama dapat merekomendasikan vaksinasi, terutama untuk melindungi yang paling lemah dan paling terpapar."

Industri farmasi dan pemerintah harus memastikan bahwa vaksin yang efektif dan dapat diterima secara etis dapat diakses oleh negara-negara termiskin, tambah pernyataan itu.

Paus Fransiskus, yang mengutuk "nasionalisme vaksin", mendesak kepala negara untuk "memastikan akses ke vaksin Covid-19 dan teknologi penting yang diperlukan untuk merawat orang sakit, orang miskin, dan mereka yang paling rentan." (*)


Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI