Header Ads

Ad Home

Ramai Akun Bodong BCA sampai BRI, di Mana Polisi Siber?

Ramai Akun Bodong BCA sampai BRI, di Mana Polisi Siber?

RepublikRI - Pernah mengunggah cuitan tentang masalah kartu ATM di Twitter lalu disambar akun bank yang tampak asli dan menawarkan solusi tapi setelah diteliti ternyata palsu? Anda tidak sendiri.

Berdasarkan analisis Drone Emprit, alat yang dapat memantau dan menganalisis percakapan di media sosial berdasarkan big data, terdapat 343 akun penipu yang mengatasnamakan customer service bank pada periode 12 Januari-13 Maret 2021. Ada yang mengatasnamakan BNI, BRI, Mandiri, BCA, hingga Jenius.

Ciri akun seperti ini adalah menggunakan nama dan foto yang sama dengan layanan pelanggan asli dengan jumlah pengikut tak banyak, kadang 0.

Untuk menjerat calon korban, para penipu memasang program agar bot merespons cuitan yang mengandung kata kunci tertentu, misalnya ‘Halo BCA’. Akun-akun ini akan merespons keluhan nasabah dengan kata kunci yang paling sering digunakan, yakni ‘lanjut’, ‘DM’, dan ‘WhatsApp’.

Para penipu tinggal menunggu calon korban menghubungi mereka. Setelah itu mereka akan meminta nomor rekening dan kode one-time password (OTP) baik lewat telepon langsung atau pesan instan. Intinya semua jalur yang mungkin dapat membikin mereka menggasak duit korban.

Menurut pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi, meski trik ini sederhana sekali, tetap saja bisa ada korban terjebak karena panik.

Salah satu yang nyaris menjadi korban adalah pengguna Twitter dengan nama Jet Veetlev. Ia ditelepon oleh nomor 1(500)888 pada Kamis, (18/2/2021). Jet awalnya menolak telepon itu, tapi ada nomor lain yang menghubunginya dan menyuruhnya jangan menolak telepon karena itu betul nomor BCA resmi.

Si penipu menyebut dia terkena phising sehingga kartu kreditnya melakukan transaksi tanpa sepengetahuannya. Si penipu meyakinkan Jet dengan menyebutkan batas saldo dan alamat rumah.

Pelaku lantas menawarkan memblokir kartu kredit tersebut. “Dia minta saya menyebutkan kode yang muncul di SMS, agar dibatalkan (transaksi)," kata Jet ketika dihubungi reporter Tirto, Selasa (16/3/2021).

Penelepon juga meminta Jet menggunting kartu kreditnya dan menyebutkan nomor card verification value (CVV).




Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI