Header Ads

Ad Home

Anies Duluan Panen Padi BUMD DKI di Cilacap, Apa Kabar Lumbung Pangan Pemerintah?

Anies Duluan Panen Padi BUMD DKI di Cilacap, Apa Kabar Lumbung Pangan Pemerintah?

RepublikRI - Di saat Pemerintah Pusat memiliki program lumbung pangan di sejumlah daerah di Indonesia, ternyata Pemprov DKI Jakarta juga punya program yang sama. Bahkan program ini berjalan lebih dulu ketimbang Lumbung Pangan.

Pada hari ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri panen padi milik BUMD DKI Jakarta, Food Station Tjipinang Jaya (Food Station), di sawah yang berlokasi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Produksi padi tersebut dihasilkan dari kerja sama contract farming, antara Food Station dengan kelompok tani di Cilacap.

Dalam kesempatan tersebut, Anies menyatakan, kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi Jakarta dengan daerah, sebagai upaya ibu kota membangun ketahanan pangan.

"Kita kerja sama ke daerah supaya geliat perekonomian di Jakarta itu juga dirasakan manfaatnya di berbagai daerah," kata Anies Baswedan, Jumat (16/4).

Kerja sama contract farming antara Food Station dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sumber Makmur Cilacap, sudah dijalin sejak 2018 silam. Luas areal sawah yang dikembangkan awalnya 250 hektare, kemudian terus bertambah secara bertahap, hingga pada 2020 jadi seluas 850 hektare. Pada 2021, luas sawah yang dikerjasamakan diharapkan bisa mencapai 1.000 hektare.

Produktivitas hasil panen juga terus meningkat, saat ini rata-rata mencapai 5,7 ton per hektar atau potensi menghasilkan 5.700 ton Gabah Kering Panen (GKP) yang setara 2.964 ton beras. Jenis padi yang ditanam adalah varietas Ciherang, Mentik Wangi, dan Muncul.

Semua hasil panen para petani Gapoktan Sumber Makmur, ditampung oleh Food Station sebagai off taker, pada suatu jaminan harga tertentu. Skema kerja sama contract farming ini dilakukan untuk memperpendek rantai pengadaan beras BUMD DKI, sehingga harga beras di Jakarta bisa cukup terjangkau.

Pada sisi lain, petani juga tidak dirugikan dengan jatuhnya harga gabah di musim panen, karena sudah ada kontrak kerja sama jangka panjang. Food Station selaku BUMD milik Pemprov DKI juga melakukan pendampingan dalam pemilihan varietas padi dan pengelolaan pascapanen.

Ketika program yang dijalankan Anies sudah membuahkan hasil, lantas apa kabar program lumbung pangan?

Pada awal Februari 2021, Menteri Pertanian atau Mentan Syahrul Yasin Limpo mengecek kawasan Lumbung Pangan atau Food Estate di Kalimantan Tengah. Kedatangan Mentan ke Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau itu untuk memastikan kesiapan panen di tengah musim hujan.

"Ini merupakan final cek, terhadap kesiapan 30 ribu hektare proses awal Food Estate di Kalteng. Secara umum sudah mulai kelihatan hasil panen makin baik," katanya di sela peninjauan, Rabu (10/2).

Menurut dia, pertanaman itu tentu berproses sesuai kondisi dan kontur tanah yang ada, termasuk iklim yang ekstrem yaitu curah hujan tinggi. Hal ini yang dikhawatirkan mengganggu proses panen dan menurunkan produktivitas.

"Sebagian masih menunggu proses air turun, ada saat-saat dimana sudah siap panen tiba-tiba curah hujan tinggi, ini juga memengaruhi hasil dan itulah proses awal dari Lumbung Pangan," ujar Syahrul Yasin Limpo seperti dilansir Antara.

Tapi dia menilai, secara umum kalau proses gabah kering panen hasilnya sudah di atas rata-rata yang diharapkan, yakni 4-5 ton ke atas. Syahrul juga menegaskan, peninjauan kali ini bukan untuk panen, namun lebih kepada pengecekan yakni seperti apa ubin-ubinan pertama yang diambil.

"Kita hari ini melakukan ubinan, untuk melihat kondisinya," kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

Pihaknya optimis, dari ubinan yang diambil di lokasi tersebut dinilai memenuhi aspek-aspek dasar untuk dilanjutkan. Menjadi sebuah daerah dengan kekuatan pertanian yang baik, maka akan menjamin kesejahteraan petani. Ini baru tahun atau panen pertama, ia mengatakan, bagaimana yang selanjutnya, tentu akan makin sempurna.

Ia menambahkan, pertanian itu juga memang naik turunnya karena cuaca termasuk musim hujan sepert saat ini. Jadi Syahrul meminta jangan kecil hati kalau ada pengaruhnya namun hal itu sifatnya dinamis. "Pulang Pisau ada 10 ribu hektare, kalau bersoal 1-2 hektare ya itulah dinamikanya," ungkap Mentan. (*)




Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI