Header Ads

Ad Home

Menteri PUPR Mulai 'Rem' Proyek-Proyek Infrastruktur Baru

Menteri PUPR Mulai 'Rem' Proyek-Proyek Infrastruktur Baru

RepublikRI - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lebih selektif untuk membangun proyek infrastruktur baru ke depan. Melihat anggaran APBN yang semakin terbatas akibat banyaknya pengeluaran baik dari pandemi maupun bencana alam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran APBN kita tidak tak terbatas makanya innovative financing perlu dilakukan. Untuk itu program yang akan dikeluarkan oleh kementerian ke depan sampai 2024 adalah Optimalisasi Pemeliharaan Operasional dan Rehabilitasi.

"Kami akan selektif membangun yang baru agar bisa landing lebih baik tidak meninggalkan proyek yang belum selesai, salah satunya pemeliharaan Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalin Tim) di Riau pemeliharaan jalan raya dan jembatan," katanya dalam Penandatanganan Perjanjian Preservasi jalan Jalintim di Riau, Senin (12/4/2021).

Basuki juga bicara banyaknya bencana alam turut menekan pengeluaran biaya kementerian. Seperti yang terjadi di Sulawesi Barat, disusul bencana di Nusa Tenggara Timur, terakhir di Jawa Timur.

"Kita ini shopping centernya bencana, tapi kita tidak boleh Lelah menangani itu, APBN kita ini bukan tidak terbatas, makanya programming kita ke OPOR tadi memanfaatkan infrastruktur yang sudah dibangun 5-6 tahun ini," jelas Basuki.

"Kalau bendungan sudah dibangun kita lengkapi dengan irigasinya, lengkapi dengan air bakunya, tidak membangun bendungan baru. Sangat selektif sekali, perintah presiden hanya untuk KPBU atau loan itu baru diperhitungkan dibangun," kata Basuki.

Basuki menjelaskan sementara untuk proyek dari APBN pemerintah akan sangat selektif. Karena APBN akan dimaksimalkan untuk pemeliharaan juga operasional proyek yang sudah ada. Melihat anggaran di Direktorat Jenderal Bina Marga 60%-70% untuk pemeliharaan.

Selain itu Basuki juga menawarkan proyek penggantian jembatan Callender Hamilton untuk segera dilakukan penggantian. Karena umur jembatan yang sudah mencapai 40 tahun.

Saat ini Indonesia memiliki 38 jembatan Callender Hamilton di Pulau Jawa. Diprogramkan pembetulan jembatan ini akan dibiayai dengan skema KPBU availability payment (AP).

"Mumpung ada pemrakarsa yang ingin mengganti itu kami usulkan ke Kemenkeu dan Bappenas kami ingin segera bisa diproses sehingga umur jembatan lebih dari 40 tahun sudah waktunya diperkuat dan diganti, jangan sampai terlambat sehingga ada kecelakaan," kata Basuki. []




Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI