Header Ads

Ad Home

Massa Umat Islam Geruduk Balai Kota, Tuntut Pertanggungjawaban Bima Arya Yang Telah Melaporkan Habib Rizieq

Massa Umat Islam Geruduk Balai Kota, Tuntut Pertanggungjawaban Bima Arya Yang Telah Melaporkan Habib Rizieq
RepublikRI - BOGOR – Massa Aliansi Umat Islam Kota Bogor mendatangi Balai Kota Bogor untuk menuntut pertanggungjawaban Wali Kota Bima Arya yang telah melaporkan Habib Rizieq Syihab (HRS) dalam kasus Rumah Sakit Ummi Bogor sehingga dituntut jaksa 6 tahun penjara.

Sebelum ke Balai Kota, massa menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor untuk menuntut keadilan terhadap Habib Rizieq.

Setelah aksi di PN Kota Bogor, massa kemudian berjalan tertib menuju Balai Kota yang lokasinya tidak jauh berada.

Di Balai Kota, sempat terjadi keributan karena ada dorong-dorongan antara aparat keamanan yang berjaga dengan massa yang ingin menemui Wali Kota Bogor Bima Arya.

Dalam insiden tersebut, putri Habib Rizieq Syihab (HRS) yang kebetulan hadir ingin menemui Bima Arya ikut terdorong oleh aparat keamanan.

Sementara itu, massa tidak berhasil menemui Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. 

Namun, Bima Arya dikabarkan siap berdialog dengan pendukung Habib Rizieq Shihab yang direncakan berlangsung pada Jumat besok, 11 Juni 2021.

Hal itu diketahui ketika Bima ditelepon langsung oleh Habib Mahdi Assegaf selaku perwakilan massa yang menggelar aksi unjuk rasa pembebasan Habib Rizieq Shihab (HRS), di halaman Balai Kota Bogor, Rabu (9/6/2021).

Dalam sambungan teleponnya, Bima menyerahkan rencana dialog tersebut kepada Habib Mahdi Assegaf. Dengan catatan agar dilakukan secara terbatas dan memperhatikan protokol kesehatan.

"Habis salat Jumat, jam 1 siang untuk berdialog," kata Habib Mahdi Assegaf, kepada massa pendemo.

Habib Mahdi mengingatkan, apabila dialog itu tidak ada kepastian atau batal, akan ada massa yang lebih banyak datang ke Balai Kota Bogor.

"Kalau tidak ada kepastian, jangan salakan saya menurunkan ribuan orang. Saya masih memperhatikan prokes, tapi kalau tidak ketemu solusi dan keadilan, maka jangan salakan umat akan kumpul dan duduk di tempat ini (Balai Kota) dengan jumlah yang tidak terbatas," tegasnya.

[Video]



Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI