Header Ads

Ad Home

Dianiaya Oknum TNI Sampai Trauma dan Berdarah, Bu Lurah Ngadu ke Presiden dan Pangdam

Dianiaya Oknum TNI Sampai Trauma dan Berdarah, Bu Lurah Ngadu ke Presiden dan Pangdam

RepublikRI - Setelah diduga dianiaya oleh oknum TNI AD anggota Babinsa Simanampang, Koramil-24/Pahae Julu, Kodim 0210/Tapanuli Utara, Lurah Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar, pada Minggu malam (22/8/2021), Walmaria Zalukhu, kini mengalami trauma berat.

Walmaria kini masih takut untuk bertemu dengan pelaku, Serda Julianto Situmorang (JS). Sang suami mencoba untuk terus mendampinginya dan menenangkannya.

Ia pun mengadu ke Presiden Jokowi, Pangdam I Bukit Barisan, dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, atas apa yang menimpanya.

"Kepada Yth. Bapak Presiden RI, Tim Gugus COVID-19, Panglima, KASAD, Pangdam I Bukit Barisan, Gubernur Sumut, Walikota Pematangsiantar, Bupati Tapanuli Utara," tulisnya di Facebook.

Seperti diberitakan sebelumnya, penganiayaan itu disebut-sebut terjadi di wilayah Tomuan, Kota Pematangsiantar.

Serda JS merupakan anggota Babinsa Simanampang, Koramil-24/Pahae Julu, Kodim 0210/Tapanuli Utara.

Namun, ia bertempat tinggal di Siantar. Ia diduga membuka warung kelontong di rumahnya.

Adapun penganiayaan yang dilakukannya, diduga dipicu oleh pemberlakukan PPKM Level 4 di wilayahnya, serta penerapan protokol kesehatan.

Menurut Walmaria, Serda Julianto Situmorang datang dan membuat keributan di kantor Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar. 

Oknum TNI itu datang karena tidak terima dengan adanya operasi YUSTISI (operasi yg melibatkan  personil gabungan TNI Polri dan stakeholder lainnya) serta penerapan PPKM LEVEL 4.

"Petugas Satgas mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan penerapan PPKM LEVEL 4 karena JS memiliki warung kelontong di rumahnya," kata Walmarian menjelaskan.

Setelah diingatkan, lanjut Walmaria, oknum TNI itu justru tidak senang dan menganiaya dirinya hingga darah segar mengucur dari mulut dan hidungnya.

"Merasa tidak senang dan bertindak arogan serta menganiaya saya (Lurah Asuhan) yg mengakibatkan mengucurnya darah segar dari hidung dan mulut saya. Dengan kejadian tsb. saya merasa trauma. Saya mohon keadilan atas kejadian yg menimpa saya," jelas Walmaria.

Dalam video yang dibagikannya di Facebook, terlihat bagaimana awalnya Walmaria sempat bertanya pada oknum TNI itu.

"Kau kenapa, Itok?"

Ditanya begitu, oknum TNI itu terlihat marah dan tak senang dan mengatakan si Bu Lurah sombong.

"Iya, kau kenapa? Malam-malam bikin keributan? Mau sok mau gak kau kenapa?" tanya Walmaria.

Serda Julianto Situmorang sempat menyinggung soal BLT yang tidak cair.

"BLT do ho ani. 2 bulan," kata dia.

Mendengar itu, Bu Lurah terdengar menyengir. Tepat setelah itulah,  Serda Julianto Situmorang kemudian memukul Bu Lurah. Anaknya mencoba menahan, namun gagal.

Di bagian video lain, suasana dalam video tersebut terlihat gelap karena kejadian terjadi pada malam hari. Terdengar suara teriakan seorang pria yang menolong Walmaria.

Walmaria sendiri terlihat kesakitan. Mulutnya berdarah-darah di video itu. Ia kemudian dibawa ke sebuah rumah dan terduduk menahan sakit.

Kasus ini kini telah ditangani oleh Denpom I/Siantar. Lurah yang jadi korban masih dimintai keterangan.

Netizen yang membaca berita pun geram melihat perbuatan oknum TNI tersebut.

"TENTARA KOK BERANI NYA SAMA PEREMPUAN ..!! KALAU BERANI .. SAMA ANDIKA PERKASA LAH , KALAU TIDAK DOER CONGOR KAU ITU .!!" komentar akun Shemadon Suryalina di Babe.(indozone)




Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI