Header Ads

Ad Home

Rizal Ramli Provokator Keji yang Rela Benturkan Warga dengan Sentul City?

Rizal Ramli Provokator Keji yang Rela Benturkan Warga dengan Sentul City?

RepublikRI - Oleh: Eka Gumilar

Ketua Rekat Indonesia

Saya cukup kaget membaca di media (klikanggaran.com) mengenai statement Rizal Ramli yang mengomentari kasus yang menimpa Rocky Gerung dan Sentul City.

Saya gak sangka ternyata pemikirannya kerdil kaya bocil yang terlihat bisa lakukan apapun demi penuhi hasrat politiknya.

Jujur awalnya saya menaruh hormat pada beliau, sebagai aktivis senior dan akedemisi yang banyak mengkritisi penegakan hukum dan keadilan. Tapi setelah ini saya melihatnya hanya mantan pejabat tua yang halu, yang bermimpi kejayaannya akan kembali dengan memanfaatkan dan tunggangi situasi yang dia anggap lezat, dengan mengatasnamakan "demi rakyat".

Bagaimana tidak, dia mengatakan dengan keji bahwa Sentul City merampas tanah rakyat dengan pakai preman, memaksa memagari pesantren dengan menggunakan preman, dll.

Publik akan membaca ini seperti jaman penjajahan dulu, rakyat Bojong Koneng seperti sedang dijajah Sentul City.

Bung! Kumur-kumur dulu Anda... sebelum asal ngomong.

Kalianlah yang keji, mendompleng dan sebut 'nasib rakyat', 'demi rakyat', memprovokasi rakyat tapi Anda tega benturkan rakyat dengan perusahaan yang selama ini menjadi sumber mata pencarian mereka.

Bedakan Bung warga dengan pendatang. Yang Anda sedang bela itu pendatang, di luar warga Bojong Koneng yang tanahnya kalian manfaatkan dan beli dengan sangat murah lalu dibangun villa liar (tanpa IMB), dan tidak memberikan pemasukan pajak pada negara dengan semestinya, tapi ingin  menggunakan fasilitas Sentul City yang lengkap? Periksa, mereka ber-KTP mana.

Konon Anda juga punya lahan di sekitar Sentul City?

Dimana nurani Anda? Disaat kalian hanya bisa mengkritisi Sentul City yang sudah memberikan bukti, memberikan ribuan lapangan pekerjaan, memberikan kenyamanan fasilitas dan bisa hidup berdampingan harmoni dengan penduduk.

Bung Rizal Ramli, Anda jangan jadi provokator yang hanya terus membuat gaduh, memalukan!

Syahwat Anda bau anyir ingin manfaatkan isu rakyat demi peluang 2024? Bercerminlah dengan benar Bung!

Cara-cara Anda membuat fitnah dengan keji dan kejam lebih berbahaya dari penjajah. Anda menggunakan emosi rakyat untuk raih syahwat politik anda.

Saya Eka Gumilar, warga Sentul City Bogor sejak 1996 dimana saya melihat selama ini warga banyak diuntungkan dengan kehadiran Sentul City dan dapat hidup rekat berdampingan dengan harmonis.

Jangan juga coba ada yang membawa persoalan ini ke persoalan rasis.

Buka mata, Sentul City bisa menghadirkan tiga mesjid besar di kawasannya, menata para pedagang pisang bisa berjualan di dalam kawasannya, bisa menyerap ribuan tenaga kerja sampai profesional. Bahkan saya pada tahun 2005 dan temen lainnya pribumi Muslim pernah menjadi profesional di management Sentul City Group.

Warga Bojong Koneng yang punya lahan HGU tidak ada yang dapat somasi Bung! Somasi tersebut untuk pendatang liar yang menduduki tanah dan membangun rumah yang sudah menjadi milik Sentul City. Kalau bukan pemilik sah, ya pasti diingatkan, gak mau baru digusur.

Anda tau konsep Urband Development City? Membantu Jakarta agar tidak terlalu padat, perlu dibangun kota-kota alternatif dimana penduduknya bisa tinggal, bekerja dan mencari kehidupan lebih baik.

Karena itu, pernyataan Rizal Ramli cs yang mengomentari kasus sengketa yang menimpa Rocky Gerung dan Sentul City sangat memprovokasi publik dan menebar kebencian, dan potensi membuat perpecahan.

Saya selaku ketua Rekat wajib berbicara dan meluruskan persoalan yang ada.

Publik jadi tau sekarang seperti apa Rizal Ramli ketika haus berkuasa.

Sekelas dia seharusnya  paham permasalahan Sentul City dengan RG adalah permasalahan privat yang bisa diselesaikan dengan jalur formal pengadilan maupun kekeluargaan, dan tidak memerlukan provokasi yang menyebabkan kerugian bagi warga sekitar.

Kita berharap para tokoh harus lebih bijak mengeluarkan statement agar tidak semakin gaduh dan merugikan banyak pihak.

Jangan hanya mengeksploitasi bahasa 'demi rakyat', 'demi warga', lalu tega membenturkan rakyat, membakar emosi rakyat dengan perusahaan yang selama ini hadir memberikan kehidupan lebih baik.

Ingin tampil seperti pejuang rakyat tapi sebenarnya dibalik itu tersimpan niat busuk ingin memanfaatkan dan menunggangi situasi demi kepentingan syahwat politiknya.

Mari kita lihat, siapa siapa yang ingin naik panggung dengan tega  memanfaatkan bahasa rakyat tapi tak pernah berbuat untuk rakyat. (*)




Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI