Header Ads

Ad Home

Tersingkap 'Gembok Ketua RT' di Balik Penganiayaan Irjen Napoleon ke M Kace

Tersingkap 'Gembok Ketua RT' di Balik Penganiayaan Irjen Napoleon ke M Kace

RepublikRI - Kasus dugaan penganiayaan terdakwa kasus korupsi Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kace atau Kece di Rutan Bareskrim terus diusut Polri. Kini terungkap cara Irjen Napoleon masuk ke sel Kace.

Hal itu disampaikan oleh Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi, saat dihubungi, Senin (20/9/2021). Andi mengungkap soal adanya gembok milik 'Ketua RT'.

"Gembok standar untuk kamar sel korban diganti dengan 'gembok milik Ketua RT' atas permintaan NB, makanya mereka bisa mengakses," ujar Andi.

Namun Andi tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana gembok standar itu bisa diganti. Dia hanya mengatakan 'Ketua RT' di blok rutan Kace ditahan juga merupakan seorang tahanan berinisial H alias C.

"Ketua RT-nya napi juga inisial H alias C," imbuhnya.

Lumuri Kace dengan Kotoran Manusia

Irjen Napoleon rupanya tak hanya menganiaya M Kace. Dia juga melumuri M Kace dengan kotoran manusia.

"Wajah dan tubuh korban dilumurin dengan kotoran manusia oleh pelaku," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Minggu (19/9) lalu.

Irjen Napoleon Masih Merasa Seperti Atasan

Terkait kasus penganiayaan Irjen Napoleon kepada Kace ini, sejumlah penjaga Rutan Bareskrim Polri diperiksa. Polri menyebut Napoleon masih merasa seperti atasan para penjaga rutan.

"Di sisi lain kan yang bersangkutan (Irjen Napoleon) masih sebagai seperti atasan dengan seorang bawahan yang sedang menjaga tahanan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/9) kemarin.

Napoleon Bonaparte merupakan jenderal bintang dua aktif sebagai anggota Polri. Sebelum beperkara, Napoleon pernah menjabat Kadiv Hubinter Polri.

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjelaskan bahwa penjaga Rutan Bareskrim diduga lalai dalam melaksanakan tugas. Akibatnya, penganiayaan oleh Napoleon kepada Kace di dalam rutan pun terjadi.

"Terkait peristiwa penganiayaan terhadap M Kace, proses penyidikan telah dilakukan oleh Dittipidum dan Propam Polri juga telah memeriksa petugas jaga tahanan yang diduga tidak melaksanakan tugas dengan baik, sehingga terjadi penganiayaan di dalam sel tahanan," ucap Sambo secara terpisah.

Irjen Napoleon Ungkap Alasan Aniaya M Kace

Irjen Napoleon Bonaparte buka suara perihal dugaan penganiayaan. Dia menulis surat terbuka yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Haposan Batubara.

"Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya," tulis Napoleon dalam surat terbukanya, Minggu (19/9).

Napoleon menyatakan dalam surat terbuka itu bahwa dirinya lahir dan dibesarkan sebagai seorang muslim. Dia menyebut Islam adalah agama yang rahmatan lil'alamin.

Napoleon menyatakan siapa pun berhak menghina dirinya, namun tidak dengan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an. Siapa pun yang menghina Allah, dia bersumpah akan melakukan tindakan terukur.

"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al-Qur'an, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya," ungkapnya.(detik)




Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI