Header Ads

Ad Home

Menag Yaqut Minta Penggunaan Pengeras Suara Masjid Pertimbangkan Kenyamanan

Menag Yaqut Minta Penggunaan Pengeras Suara Masjid Pertimbangkan Kenyamanan

RepublikRI - Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menyebut penggunaan pengeras suara baik di masjid atau mushalla harus mempertimbangkan aspek kenyamanan bersama.

Menurutnya penggunaan pengeras suara sebagai wasilah atau perantara untuk menyebarkan syiar dakwah. Namun penggunaan juga perlu mempertimbangkan keseluruhan masyarakat Indonesia yang heterogen. 

"Orang kalau mendengarkan adzan, itu membuat hati tergetar. Tapi agar penggunaan pengeras suara mempertimbangkan aspek kenyamana bersama karena kita hidup dengan masyarakat bergama,"kata Menag saat menutup Ijtjima Ulama ke tujuh secara daring, Kamis,(11/11/2021).

Menag Yaqut turut mengapresiasi para kyai da ulama di itjima ulama yang memutuskan pedoman pengeras suara di masjid dan mushola. Dan ia bersyukur atas kehadiran ulama yang merupakan anugerah luar biasa untuk Indonesia dalam merawat, membangun dan  harmoni kebangsaan. sekaligus menjaga NKRI.

"Ulama memberi insight kepada pengelola masjid atau mushalla agar bijaksana dalam menggunakan pengeras suara, kenyamana bersama tetap terjaga tetapi syiar menjadi pengeras suara menjadi wasilah bisa dijalankan secara bersama,"ucapnya.

Terakhir Menag Yaqut menutup  Itjima Ulama VII yang diselenggarakan selama tiga hari 09-11 November 2021 di Jakarta ini.

"Dengan mengucap Alhamdulillah mari kita menutup ijtjima ulama  MUI secara resmi. Semoga bermanfaat untuk agama yang kita cintai,"tutupnya.Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menyebut penggunaan pengeras suara baik di masjid atau mushalla harus mempertimbangkan aspek kenyamanan bersama.

Menurutnya penggunaan pengeras suara sebagai wasilah atau perantara untuk menyebarkan syiar dakwah. Namun penggunaan juga perlu mempertimbangkan keseluruhan masyarakat Indonesia yang heterogen. 

"Orang kalau mendengarkan adzan, itu membuat hati tergetar. Tapi agar penggunaan pengeras suara mempertimbangkan aspek kenyamana bersama karena kita hidup dengan masyarakat bergama,"kata Menag saat menutup Ijtjima Ulama ke tujuh secara daring, Kamis,(11/11/2021).

Menag Yaqut turut mengapresiasi para kyai da ulama di itjima ulama yang memutuskan pedoman pengeras suara di masjid dan mushola. Dan ia bersyukur atas kehadiran ulama yang merupakan anugerah luar biasa untuk Indonesia dalam merawat, membangun dan  harmoni kebangsaan. sekaligus menjaga NKRI.

"Ulama memberi insight kepada pengelola masjid atau mushalla agar bijaksana dalam menggunakan pengeras suara, kenyamana bersama tetap terjaga tetapi syiar menjadi pengeras suara menjadi wasilah bisa dijalankan secara bersama,"ucapnya.

Terakhir Menag Yaqut menutup  Itjima Ulama VII yang diselenggarakan selama tiga hari 09-11 November 2021 di Jakarta ini.

"Dengan mengucap Alhamdulillah mari kita menutup ijtjima ulama  MUI secara resmi. Semoga bermanfaat untuk agama yang kita cintai,"tutupnya. [idx]




Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI