Header Ads

Ad Home

4 Hal Mengejutkan di Dakwaan Munarman

4 Hal Mengejutkan di Dakwaan Munarman

RepublikRI - Sejumlah hal mengejutkan terkuak dalam persidangan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FP1) Munarman. 

Hal-hal mengejutkan itu mulai dari Munarman yang sudah baiat ke ISIS hingga FPI yang kini sudah dinyatakan sebagai ormas terlarang pernah mendukung seruan Al Qaeda.

Sidang Munarman digelar di Pengadilan Negeri Jaktim Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Rabu (8/12/2021), pukul 10.00 WIB. Sidang kasus terorisme itu digelar secara tertutup.

Dalam persidangan kemarin itu, Munarman didakwa merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan teror. Munarman diduga melakukan tindak pidana merencanakan/menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme di sejumlah tempat, yakni:

  1. Di Sekretariat FP1 (Front Pembela Islam) Kota Makassar-Markas Daerah LPI (Laskar Pembela Islam), Jalan Sungai Limboto No 15 RT 02 RW 03, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
  2.  Di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Sudiang Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
  3. Di aula Pusbinsa kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Jl William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Dakwaan itu berdasarkan Pasal 85 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 134/KMA/SK/VI/2021 tanggal 29 Juni 2021 tentang Penunjukan Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk memeriksa dan memutus Perkara Pidana atas Nama terdakwa Munarman.

"Bahwa terdakwa Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan untuk melakukan tindak pidana teroris dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas, atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas atau hilangnya nyawa atau harta benda orang lain, atau untuk menimbulkan kerusakan, atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional," kata jaksa saat membacakan dakwaan.

Atas dakwaan itu, Munarman pun akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Eksepsi itu diajukan lantaran dia merasa banyak kesalahan dalam dakwaan jaksa.

"Saya pribadi akan mengajukan eksepsi karena banyak sekali kesalahan-kesalahan baik kesalahan ketik maupun kesalahan istilah di dalam dakwaan dan setelah mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum membacakan saya makin tidak mengerti karena intonasi dan penggalan-penggalan kalimat serta kata-katanya serta pengucapan dari berbagai macam istilah tadi sangat tidak tepat jadi saya akan ajukan eksepsi nanti secara lengkap begitu majelis hakim Yang Mulia," kata Munarman dalam sidang.

Berikut hal-hal mengejutkan di sidang Munarman:

1. Munarman Sudah Baiat ke IS1S

Jaksa menyebut Munarman sudah berbaiat ke pimpinan IS1S Abu Bakr al-Baghdadi. Munarman disebut berbaiat pada 2014.

Jaksa awalnya mengatakan ISIS muncul di Suriah pada awal 2014, yang dideklarasikan Abu Bakr al-Baghdadi. Jaksa mengatakan ISIS mempengaruhi sejumlah kelompok di berbagai negara, salah satunya di Indonesia.

"Bahwa propaganda IS1S juga berhasil mempengaruhi beberapa kelompok di Indonesia, pada sekitar tanggal 6 Juni 2014 bertempat di gedung UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan. Faksi, Forum Aksi Solidaritas Islam, mengadakan kegiatan pemberian dukungan kepada IS1S atau Daulah Islamiyah serta sumpah setia kepada amir atau pimpinan IS1S, yaitu Syekh Abu Bakr al-Baghdadi baiat dengan tema menyambut lahirnya peradaban islamiyah darul khilafah," kata jaksa dalam dakwaan yang dibacakan di PN Jaktim, Rabu (8/12/2021).

Jaksa mengatakan acara baiat itu adalah sumpah setia kepada Abu Bakr al-Baghdadi. Jaksa menyebut Ustaz Syamsul Hadi yang memimpin baiat itu.

Jaksa menyebut ada ratusan orang yang hadir dalam acara itu. Acara baiat IS1S itu juga diikuti Munarman.

"Bahwa kegiatan dukungan terhadap IS1S dan baiat sumpah setia kepada Syekh Abu Bakr al-Baghdadi selaku amir atau pimpinan IS1S di UIN Syarif Hidayatullah tersebut diikuti terdakwa bersama-sama dengan sekitar ratusan orang lainnya," kata jaksa.

Adapun kalimat baiatnya sebagai berikut:

Saya berbaiat kepada khalifah muslimin Syekh Abu Bakr al-Baghdadi untuk mendengar dan taat baik dalam kondisi susah maupun senang. Serta tidak akan merebut kekuasaan darinya kecuali melihat kekafiran yang nyata

2. FP1 Pernah Dukung Seruan Al Qaeda

Dalam persidangan, jaksa juga menyebut bahwa FPI pernah membuat maklumat yang menyatakan ormas yang kini sudah dilarang pemerintah itu mendukung seruan kelompok Al Qaeda, termasuk pimpinan Abu Bakr Al Baghdadi. Jaksa menyebut FPI mendukung A1 Qaeda sejak 2014.

Jaksa mengatakan, pada Agustus 2014 organisasi kelompok FP1 mengadakan acara milad di markas Petamburan, Jakarta Pusat. Acara itu dihadiri oleh pengurus DPD FP1 seluruh Indonesia, termasuk DPD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPW wilayah Kota Makassar. Sejumlah tokoh hadir di situ.

Dalam acara itu, pengurus FPI pusat, kata jaksa, mengeluarkan maklumat. Isinya menyatakan dukungan kepada A1 Qaeda.

"Saat itu pengurus FP1 pusat telah mengeluarkan maklumat FP1 tanggal Jakarta, 11 Syawal 1435 Hijriah atau 18 Agustus 2014 Masehi, yang dibagikan kepada seluruh DPD FP1 seluruh Indonesia. Isi maklumat antara lain pada bagian angka 5 menyebutkan FP1 mendukung seruan nasihat dan nasihat pimpinan Al Qaeda Syekh Aiman al Jawahiri bahwa seluruh komponen jihad A1 Qaeda, baik pasukan Syekh Muhammad al Jauhari di Suriah maupun pasukan Syekh Abu Bakr Al Baghdadi Irak, serta komponen jihad Al Qaeda lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap mujahidin Islam seluruh dunia untuk melanjutkan jihad Suriah, Irak, Palestina, dan negeri Islam lainnya yang tertindas," papar jaksa saat membacakan dakwaan di PN Jaktim, Rabu (8/12/2021).

Penjelasan Pihak Munarman

Pengacara Munarman, Azis Yanuar, memberi penjelasan terkait dukungan tersebut. Azis mengatakan, dukungan itu diberikan terhadap seruan pemimpin Al Qaeda, Syekh Ayman Al Zhawahiri, yang meminta agar pertikaian di Suriah dihentikan.

"Itu maksudnya dulu seruan Syekh Ayman Al Zhawahiri yang meminta segala faksi yang bertikai untuk bersatu dan menghentikan perselisihannya. Itu yang didukung dahulu," kata Azis kepada wartawan, Rabu (8/12/2021).

"Mendukung persatuan umat di sana dan meminta hentikan perselisihan," imbuh dia.

Saat ditanya apakah dukungan terhadap seruan itu berarti FP1 yang kini sudah dinyatakan sebagai ormas terlarang di Indonesia itu mendukung Al1 Qaeda, Azis membantah.

"Ya bukan lah (dukung A1 Qaeda)," tambah Aziz.

kegiatan itu berkedok seminar. Baiat ini digelar di Markas eks FP1 Makassar.

Kegiatan baiat IS1S lainnya yang diikuti Munarman adalah di kampus UIN Sumatera Utara. Di acara itu, kata jaksa, Munarman mengajak peserta acara mendukung IS1S. Menurut jaksa, saat itu sebagian peserta setuju dengan Munarman.

"Waktu itu Terdakwa mengajak mendukung islamiyah di Suriah. Terdakwa juga menyampaikan bahwa ketika umat Islam dibantai penguasa Suriah, yang membantu umat Islam di Suriah hanya pasukan ISIS, maka hal tersebut mengundang simpati para peserta yang hadir untuk mendukung daulah Islamiyah IS1S," tutur jaksa

"Terdakwa mengajak para audiens untuk mendukung ISIS berdiri dan berkembang di Indonesia dengan mengatakan 'Bagaimana IS1S di Indonesia? Setujukah berdiri di Indonesia?' Sebagian besar audiens mengatakan dengan kata-kata setuju," lanjut jaksa.

4. Munarman Tahu Ada Baiat IS1S

Dalam dakwaannya, jaksa juga menyebut Munarman mengetahui adanya kegiatan baiat kepada ISIS di cara tablig akbar di Makassar. Namun, Munarman saat itu tidak mengikuti baiat.

Jaksa mengatakan meski Munarman tidak mengikuti baiat di Makassar, tapi dia mengetahui kegiatan itu isinya baiat ke IS1S. Oleh karena itu, Munarman tetap bisa didakwa tindak pidana terorisme.

Awalnya, jaksa mengatakan Munarman hadir di tabligh akbar di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an, Makassar. Jaksa menyebut tablig itu hanya nama, padahal isinya adalah kegiatan baiat ke IS1S.

Jaksa menyebut peserta yang hadir di acara itu melakukan baiat setia ke Abu Bakr Al Baghdadi dipimpin oleh Ustaz Basri. Saat itu, kata jaksa, Munarman tidak melakukan baiat, namun jaksa menilai Munarman terlibat dalam kegiatan baiat itu.

Hal itu dibuktikan dengan adanya percakapan via telepon antara Munarman dan Muhammad Akbar, salah satu panitia acara. Berikut ini percakapannya:

Akbar: Assalamualaikum, Ustaz. Ana dari FP1 Makassar, ditugaskan oleh DPC. Ini nomor Ustaz, DPC yang kasih, menugaskan ana untuk menghubungi Ustaz.

Munarman: Oh iya, apa yang bisa saya bantu?

Akbar: Ustaz, kami DPW Sulsel dan DPC Makassar akan mengadakan deklarasi dukungan kepada ISIS. Namun namanya tabligh akbar FPI yang insyaallah akan kita adakan tanggal 24-25 Januari 2015 bertempat di markas DPW FPI Sulsel, dan hari keduanya di Ponpes Tahfidzul Quran milik Ustaz Basri.

Munarman: Siapa pematerinya?

Akbar: Ustaz Basri dan antum, maksudnya adalah Ustaz Munarman.

Munarman: Oke

"Kegiatan 24 Januari 2015 dilaksanakan di Markas FP1 Makassar, pemberi materinya adalah Ustaz Basri dan Terdakwa. Kegiatan tersebut dihadiri juga Ustaz Fauzan Ansori, merupakan salah satu tokoh besar pendukung ISIS di Indonesia meskipun tidak diundang panitia. Bahwa kegiatan dilaksanakan pukul 09.00. Namanya seminar terbuka 'Tegaknya Islam di Bawah Naungan Khilafah' dihadiri 100 orang simpatisan FPI serta berbagai perwakilan ormas," papar jaksa.(detik)




Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI