Header Ads

Ad Home

Baliho Puan Bertebaran di Desa Terdampak Semeru, Warga: Jujur Itu Ndak Pantas karena Orang Lagi Berduka!

Baliho Puan Bertebaran di Desa Terdampak Semeru, Warga: Jujur Itu Ndak Pantas karena Orang Lagi Berduka!

RepublikRI - Warga desa terdampak Gunung Semeru masih dalam suasana berkabung. Namun, sejumlah baliho ketua DPR RI Puan Maharani sudah terlihat terpasang mengitari desa.

Dari penampakannya, baliho yang dimaksud itu bergambar potret diri Puan Maharani dengan latar foto para pengungsi. Selain itu, ada pula logo ‘Relawan Puan Maharani’ dilengkapi kalimat penyemangat.

“Tangismu, tangisku. Ceriamu, ceriaku. Saatnya bangkit menatap masa depan,” demikian tulisan dalam baliho Puan.

Seorang warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Ahmad Samiludin mengaku kecewa. Menurut dia, uang yang dipakai untuk membuat baliho itu lebih baik dialokasikan untuk membantu para pengungsi.

“Jujur itu ndak pantas karena orang lagi berduka. Kalau mau bagi-bagi bantuan saja, jangan baliho,” kata Ahmad dikutip dari Cnnindonesia.com pada Senin 20 Desember 2021.

Dia mengaku sudah melihat baliho Puan banyak terpasang sejak Senin hari ini. Ia menduga, baliho dipasang sejak malam sebelum Puan datang ke lokasi.

“Baru tadi pagi saya tahu, kayaknya dipasang malam tadi. Saya enggak tahu siapa yang masang,” ujar Ahmad.

Ia mengatakan jumlah baliho Puan yang terpasang cukup banyak. Di sepanjang jalan dari Kantor Kecamatan Candipuro sampai menuju Balai desa Sumberwuluh baliho itu berderet tiap 30 meter.

“Setiap 30 meter ada baliho, dari kecamatan sampai balai desa saya waktu lewat mungkin sampai ratusan jumlahnya,” ucap dia.

Selain Ahmad, relawan yang bertugas di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru, Christian Joshua Pale juga mengomentari baliho-baliho tersebut.

Christian menyebut baliho-baliho bergambar Puan terpasang persis di depan poski relawan dan pengungsi di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Menurutnya, pemasangan baliho ini menyakitkan hati penduduk setempat. Sebab, baliho terpasang, tetapi kader PDIP tidak terlihat di wilayah yang terisolir.

“Jujur ini menyakitkan hati, kenapa juga balihonya panjang-panjang banyak terpasang seperti ini,” ujarnya.

Di mana kader-kadernya pada saat di TKP, di zona hitam, di mana bu? Enggak ada, enggak ada,” tambahnya. [terkini]




Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI