Header Ads

Ad Home

Dituding Menipu, Ustadz Yusuf Mansur: Sebaiknya Adu Data di Polisi

Dituding Menipu, Ustadz Yusuf Mansur: Sebaiknya Adu Data di Polisi

RepublikRI - Kontroversi menghinggapi penceramah dan pengusaha kenamaan Ustadz Yusuf Mansur (UYM) setelah muncul tudingan bahwa dirinya melakukan penipuan investasi terhadap para jamaahnya. 

UYM juga dituding telah mengambil keuntungan dari para jamaahnya dengan dalih sedekah. Tudingan itu muncul di media sosial, menampilkan ceramah-ceramah lama UYM yang mengajak jamaahnya untuk bersedekah, mengatakan bahwa akan ada keuntungan besar yang bisa didapat dari sedekah tersebut.

Ada pula tayangan yang menampilkan beberapa orang yang berinvestasi dengan UYM, meminta agar uang mereka dikembalikan karena tidak mendapat hasil sesuai dengan kesepakatan. Di bagian lain ada tudingan bahwa UYM mengambil uang sedekah jamaah dari acara-acara ceramahnya.

Terkait tudingan ini, UYM memberikan klarifikasinya, menegaskan bahwa dia sama sekali tidak pernah mengambil uang sedekah jamaah. Dia bahkan menyatakan siap berhenti menjadi ustadz jika terbukti telah mengambil uang sedekah dari acara-acara ceramah tersebut.

“Dari 1999 saya ceramah mengenai sedekah hingga 2021 ini, saya persilahkan teman-teman secara publik, bila ada yang benar-benar saya bawa sedekahnya dari acara (ceramah tentang) sedekah maka ngomong saja. Ada satu saja (yang terbukti) saya berhenti jadi ustadz,” kata UYM.

Menurut UYM, meski nada ceramahnya terdengar seperti menodong atau memaksa jamaah untuk bersedekah, tetapi jamaahnya-lah yang tetap memutuskan untuk bersedekah atau tidak.

UYM mengatakan bahwa dia tidak pernah berkeinginan untuk membalas pihak-pihak yang menudingnya.

Dia juga mengatakan sebagian besar uang yang diinvestasikan kepada usahanya telah dikembalikan kepada para investornya.

“Dari 2.900 orang yang patungan usaha di 2012, itu dengan izin Allah SWT, 2.500 lebih sudah dikembalikan. Sisanya saya tidak tahu apa masalah data dan lain-lain,” jelas UYM.

Dia meminta pihak-pihak yang menudingnya, baik terkait penipuan investasi atau mengambil uang sedekah jamaah, untuk membuktikan tuduhan mereka.

“Sebaiknya adu data di polisi sebab apa saja dibelokkan, apa saja dinarasikan jelek, apa saja diputarbalikkan,” ujarnya. [okezone]




Ikuti t.me/republikco Ikuti @RepubikRI Ikuti @RepubikRI